200 tentara Korem 083/Bdj diminta menjadi agen melawan hoax

0

Kota Malang – Maraknya berita hoax yang dikirimkan melalui sosial media ataupun pesan di smartphone saat ini diharapkan tidak mampu mempengaruhi aparat keamanan khususnya TNI. Demikian pernyataan staf ahli bidang hukum Menkominfo, Henry Subiyakto saat memberikan materi tentang Ketahanan Nasional di aula PPI Universitas Merdeka (Unmer) Malang siang hari ini, Senin (14/05).

Acara Seminar dengan tema Media Sosial dan Ketahanan Nasional yang diadakan oleh Universitas Merdeka (Unmer) Malang tersebut diikuti sekitar 200 orang anggota TNI di bawah jajaran Korem 083 Baladhika Jaya mulai dari wilayah Malang hingga Banyuwangi dan dihadiri oleh Kapendam V Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi mewakili Pangdam V Brawijaya serta Kasiter Korem 083 Baladhika Jaya Letkol Inf Nanang.

Dalam pemaparannya, Henry Subiyaktomenjelaskan bahwa sangat penting pemanfaatan media sosial secara baik, dimana smartphone (handphone) bisa merubah perilaku penggunanya untuk menjadi baik atau sebaliknya.

“Saat ini hampir semua orang sudah menggunakan teknologi digital yang membuat semua orang bisa menerima dan mengirimkan informasi. Dari niat yang buruk serta ketidaktahuan pengguna smartphone akhirnya menyebabkan berita hoax menyebar kemana-mana. Dan saya berharap informasi hoax itu tidak ditelan mentah-mentah oleh para tentara kita yang nantinya bisa memiliki dampak negatif,” ungkap Henry Subiyakto kepada reporter AdaDiMalang.

Keikutsertaan para anggota TNI dalam seminar media sosial dan ketahanan nasional tersebut akan mampu membuat aparat TNI akan memiliki pengetahuan serta pemahaman tentang hoax.

“Nah dengan pemahaman mereka sekarang tentang hoax ini, maka anggota TNI ini justru bisa menjadi agen edukasi untuk menginformasikan kepada masyarakat berita mana yang hoax dan mana yang benar,” ungkap Henry S.

Meskipun sudah ada undang-undang ITE yang diharapkan mampu meredam berita hoax, namun Henry Subiyakto juga berharap undang-undang tentang terorisme juga bisa secepatnya diselesaikan agar ketahanan nasional tidak terganggu seperti saat ini muncul kejadian ledakan bom di Indonesia.

“Ketahanan nasional dalam bidang teknologi juga sangatlah penting, karena informasi dan teknologi bisa merubah pola pikir orang untuk menjadi radikal. Informasi dan media itu jika dilakukan secara intens bisa merubah orang menjadi baik atau buruk, sehingga perlu benar-benar mendapat perhatian,” ungkap pria yang ramah ini.

Henry mengingatkan bahwa negara Indonesia memiliki sumberdaya TNI yang luar biasa yang bisa dilibatkan dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme.

“Tidak ada masalah aparat TNI diikutsertakan asal tidak melanggar peraturan dan Hak Asasi Manusia,” ungkap Henry Subiakto. (A.Y)

Share.

About Author

Leave A Reply