Kementerian PUPR dan PT. Brantas Abipraya gelar Bimtek kepada 1000 mahasiswa di Malang

0

Kota Malang – Masih belum meratanya pemahaman tentang K3 dalam bidang konstruksi yang menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama PT. Brantas Abipraya (Persero), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam hal K3 Konstruksi yang diikuti oleh 1.000 mahasiswa di Graha Polinema mulai pagi hari tadi, Selasa (15/05).

Seribu mahasiswa yang menjadi peserta Bimtek K3 Konstruksi tersebut antara lain berasal dari Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Malang (Unisma), Institut Teknologi NasionaI (ITN), Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri), Universitas Katholik Widya Karya (UWK), Universitas Widya Gama (UWG) dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin menjelaskan bahwa pmbangunan Infrastruktur merupakan salah satu fokus pembangunan nasionaI yang terus dijalankan pemerintahan saat ini agar mampu bersaing dengan negara Iain dalam persaingan global.

“Sesungguhnya banyak masyarakat kita ini yang belum mengenal apa itu K3, bahkan kalaupun sudah tahu itu hanya dipandang sebatas slogan semata. Nah kegiatan ini mengajarkan para calon kontraktor dan pekerja konstruksi yang masih kuliah di semester akhir ini tentang K3 Konstruksi yang harapannya mereka bisa menerapkan saat sudah terjun ke dunia kerja nantinya,” ungkap Syarif Burhanuddin usai membuka acara Bimtek tersebut.

Burhan menegaskan masalah K3 tersebut masih dipandang sebatas slogan saja karena hingga saat ini tercatat 15 kejadian kecelakaan kerja terjadi dalam bidang konstruksi.

“Itu secara umum disebabkan karena ketidakdisiplinan dalam pelaksanaan K3, padahal sanksi sudah dipersiapkan bagi para pelanggar K3 mulai dari peringatan tertulis, blacklist hingga pencabutan ijin badan usahanya. Jika sudah paham betul K3 Konstruksi semoga bisa benar-benar mewujudkan zero accident,” ujar Syarif Burhanuddin kepada Reporter AdaDiMalang.

Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, Direktur Operasi II PT Brantas Abipraya (Persero), Widyo Praseno menegaskan bahwa kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 02 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang menyatakan setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang Jasa Konstruksi wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja.

“Peran mahasiswa sebagai penerus generasi konstruksi sangatlah penting, sehingga kami menginisiasi program bimbingan teknis tersebut sekaligus pelatihan untuk Ahli K3 Konstruksi Muda ini agar mereka mampu bersaing dan siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” pungkas Widyo Praseno.

Bimbingan Teknis K3 Konstruksi tersebut juga bertujuan untuk mensosialisasikan tentang pentingnya tenaga kerja bersertifikat K3 Konstruksi, dimana rendahnya pemahaman K3 Konstruksi menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kerja karena kurang mengerti akan bahaya dan resiko konstruksi. (A.Y)

Share.

About Author

Leave A Reply