Komite Ekonomi Kreatif kota Malang gelar pembuatan Road Map 3 Sub Sektor Industri Kreatif

0

Kota Malang – Dengan melibatkan para pelaku usaha Industri Kreatif kota Malang, akademisi serta pemerintahan, Komite Ekonomi Kreatif kota Malang kembali  membuat Road Map bagi tiga sub sektor industri kreatif di kota Malang.

“Selama dua tahun terakhir Komite Ekonomi Kreatif kota Malang telah membuat Road Map bagi tiga sub sektor industri kreatif yakni Film Animasi dan Videografi, Kuliner, Aplikasi dan Games dan untuk kali ini kami kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pelaku Industri Kreatif, pemerintah dan juga akademisi.” ungkap Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif, Vicky Arief Herinadharma di sela-sela pelaksanaan FGD di hotel Atria kota Malang.

Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 22 Mei 2018 tersebut akan membahas Road Map dari sub sektor Desain Komunikasi Visual, Fashion dan Kriya.

“Tahun lalu kami telah selesaikan tiga Road Map dan tahun ini target kami akan bisa menyelesaikan enam Road Map dimana tiga sudah kami laksanakan sekarang,” ungkap pria yang juga menjadi salah satu kordinator Malang Creative Fusion ini.


Menurut Vicky, Road Map yang telah dibuat oleh Komite Ekonomi Kreatif tersebut harapannya bisa menjadi panduan bagi para pelaku industri kreatif di kota Malang untuk bisa menjalankan bisnisnya dengan lebih baik hingga mampu mencapai tujuan yang ingin dicapainya.

“Di dalam Road Map ini akan diketahui seperti apa DNA yang sesuai untuk kota Malang, apa permasalahan dan apa solusinya sehingga benar-benar menjadi panduan yang efektif dan tepat sasaran,” pungkas Vicky.

Sementara itu, salah satu peserta FGD sub sektor fashion yang merupakan owner Indonesian Fashion Chamber, Belinda Ameliyah berharap dengan adanya kegiatan FGD tersebut akan benar-benar diketahui apa permasalahan yang dialami para pelaku industri kreatif fashion di kota Malang.


“Potensi fashion di kota Malang ini masih sangat besar tetapi masih belum tergali. Kita sebagai pelaku industri kreatif fashion di Malang merasa sangat kekurangan event untuk trial dan promo produk kita,” ungkap Belinda Ameliyah.

Belinda sangat yakin potensi industri kreatif fashion kota Malang sangat besar, terbukti banyak mendapatkan penghargaan dan pengakuan di kota lain tetapi masih minim pengakuan dan reward di kota Malang sendiri.

“Kapan hari saya mengikuti ajang fashion nasional di Jakarta dan saya satu-satunya stand fashion yang sold out, sementara saat saya lakukan hal yang sama di kota Malang ternyata responnya masih minim sekali. Semoga akan jadi lebih baik lagi ke depannya,” harap perempuan berhijab ini. (A.Y)

 

Share.

About Author

Leave A Reply