Pemanfaatan Tanah Masam akan meningkatkan jumlah pangan nasional

0

Kota Malang – Ketersediaan lahan untuk pangan yang saat ini semakin terbatas menjadi salah satu prioritas utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya (UB) pagi ini, Selasa (17/10).

Selama ini pemerintah gencar melakukan upaya pencarian lahan baru untuk dijadikan sawah dimana lahan-lahan baru yang akan dijadikan sawah tersebut sebagian besar adalah tanah masam untuk memenuhi target pembukaan satu juta hektar dalam waktu lima tahun sesuai program Nawacita.

Dalam FGD yang dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai Enam tersebut mengambil tema ‘Pengelolaan Lahan Masam Secara Berkelanjutan’ dengan menghadirkan Syekhfani dan Syahrul Kurniawan dari Fakultas Pertanian UB dan juga Husnain yang merupakan Kepala Balai Penelitian Tanah Kementan Republik Indonesia.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Syekhfani menjelaskan bahwa dengan pemanfaatan lahan-lahan dengan tanah yang masam tersebut maka akan membawa dampak yang luar biasa dan menyentuh ke berbagai bidang.

“Sebagian besar lahan dengan tanah masam itu ada di kawasan Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan dengan luas lahan yang cukup besar hingga 70% dari luas tanah pertanian yang produktif saat ini. Jika tanah masam itu bisa diolah menjadi lahan pertanian yang produktif, maka bisa dipastikan bahwa jumlah produksi pangan nasional akan berlipat-lipat. Dampaknya akan multi purpose dan perlu segera dilaksanakan,” ujar Syekhfani kepada Reporter ADADIMALANG.

Terkat pelaksanaan FGD tersebut, Rektor Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani menyambut baik kegiatan tersebut mengingat di Indonesia saat ini tanah menjadi masalah karena lahannya semakin terbatas.

“Dengan semakin terbatasnya lahan yang ada, maka kita harus melihat potensi tanah yang ada termasuk tanah masam ini. Jika secara teknologi Insha Allah para pakar yang hadir pagi ini akan bisa menyelesaikan. Dan dari FGD ini saya berharap akan ada rekomendasi-rekomendasi yang bisa diberikan kepada pemerintah yang sedang membutuhkan sumbangsih dari kita semua sebagai akademisi,” ujar Rektor UB, Nuhfil Hanani.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia FGD, Karuniawan Puji Wicaksono menjelaskan bahwa dengan pelaksanaan FGD tentang pengelolaan tanah masam secara berkelanjutan ini maka akan dihasilkan solusi teknologi tanpa merusak hutan.

“Acara FGD ini diikuti oleh perwakilan dari Fakultas Pertanian yang ada di Jawa Timur, Badan Restorasi Gambut dan perwakilan instansi dan lembaga lain yang terkait,” ujar Karuniawan Puji Wicaksono. (A.Y)

Share.

About Author

Leave A Reply