OJK Launching Skema Kredit Sektor Industri hasil Pilot Project di kabupaten Malang dan Madiun

0

Kabupaten Malang – Setelah dilaksanakan sebagai pilot procject di dua wilayah yakni kabupaten Malang dan kabupaten Madiun, skema kredit sektor produktif bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) akhirnya dilaunching oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di hotel Shantika kota Malang pagi hari ini, Jumat (02/11).

Sebelum melaunching secara resmi, Deputi Komisioner Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Boedi Armanto berharap dengan skema yang akan dilaunching tersebut akan bisa dimanfaatkan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pelaku jasa keuangan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Harapannya maka akan banyak kredit yang bisa tersalurkan kepada para pelaku UMKM di sektor produktif dari BPR dengan menggunakan skema yang baru ini,” ujar Boedi Armanto.

Boedi menegaskan dengan skema yang dilaunching kali ini maka kredit akan menyesuaikan dengan model usaha sektor produktif yang ada dan bukan pelaku usaha yang menyesuaikan skema/skim dari penyalur kredit.

“Jadi misalkan sawah untuk menanam padi itu kan memiliki periode masa tertentu, sehingga nanti skemanya akan menyesuaikan setiapkali masa panen tiba sehingga skemanya yang menyesuaikan dengan jenis usahanya,” ujar Boedi Armanto.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI yang juga hadir, Andreas Eddy Susetyo menyatakan bahwa dengan skema kredit yang dilaunching oleh OJK hari ini sudah mengintegrasikan dari hulu hingga ke hilir sehingga pemberian kredit tidak hanya memberikan kredit semata tetapi juga mencarikan pasar produk penerima kredit.

“Selama ini sektor pertanian dianggap beresiko tinggi, maka untuk mengurangi faktor resiko tersebut maka dicarikan juga asuransi. Pilot project di Madiun dan kabupaten Malang ini melibatkan berbagai pihak terkait seperti Dinas Pertanian, Peternakan dan yang lainnya. Dipilihnya kabupaten Malang sebagai lokasi penerapan skema kredit tersebut karena di kabupaten Malang diketahui memiliki 514 ribu UMKM dimana lebih dari 50% dari jumlah tersebut bergerak di sektor pertanian. Jika Skema ini berhasil, maka dapat dimanfaatkan oleh UMKM yang potensinya besar tersebut,” pungkas Andreas Eddy Susetyo. (A.Y)

Share.

About Author

Leave A Reply