Ratusan bonsai dipamerkan dan bertanding di UB

0

Kota Malang – Selama Enam hari, sebanyak 337 pohon bonsai dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti pameran dan kontes pohon bonsai di Universitas Brawijaya mulai pagi hari ini, Jumat (30/11).

Wakil Ketua Pelaksana Dies Natalies UB ke 56, Rachmad Syafa’at menjelaskan bahwa pelaksanaan pameran dan kontes Bonsai dalam skala Nasional yang dilaksanakan hari ini adalah yang pertamakali di Universitas Brawijaya (UB).

“Ada 337 bonsai dari berbagai daerah dengan berbagai jenis yang dipamerkan dan mengikuti kontes dalam tiga kelas yaitu Madya, Regional dan Prospek. Untuk kategori Madya sebanyak 36 pohon, kategori Regional 166 pohon dan kategori Prospek sebanyak 135 pohon bonsai,” ungkap pria yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB).

Pelaksanaan pameran dan kontes Bonsai di Universitas Brawijaya tersebut menurut Rachmad Syafa’at sebagai upaya untuk mewujudkan Universitas Brawijaya sebagai Green Campus di Indonesia.

Sementara itu, perwakilan dari Persatuan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kota Malang, Teguh Satria mengucapkan terimakasih kepada Universitas Brawijaya yang telah melaksanakan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2018 dengan menggandeng PPBI dalam penyelenggaraannya.

“Jumlah peserta pameran dan kontes Bonsai ini telah melampaui target yang ditetapkan yakni 250 pohon meskipun hanya dipersiapkan dalam waktu yang sangat terbatas. Acara ini menumbuhkan semangat baru bagi PPBI untuk bisa lebih berkreasi lagi,” ujar Teguh Satria.

Sementara itu, usai membuka secara resmi Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2018 tersebut, Rektor Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani menyatakan dirinya sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu.

“Saya sebagai orang Pertanian merasa sangat senang dan menyambut baik kegiatan ini karena Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Di Malang ini menurut Bekraf adalah gudangnya orang kreatif dan kali ini Malang juga mengawali dengan pameran dan kontes Bonsai. Harapannya nanti pameran bonsai di UB tidak lagi berskala nasional melainkan sudah internasional,” ujar Nuhfil Hanani.

Menanggapi harapan Rektor Universitas Brawijaya tersebut, Rachmad Syafa’at mengaku sudah memiliki rencana yang selaras dengan keinginan Rektor Universitas Brawijaya yakni berusaha meminta pelaksanaan event Bonsai internasional yang rencananya akan dilaksanakan di Pulau Bali bisa dipindahkan ke Universitas Brawijaya pada tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2018 yakni Dyah Prawestri menjelaskan persiapan yang dilaksanakan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut tergolong cukup singkat yaitu hanya tiga bulan saja.

“Biasanya kontes seperti ini menurut PPBI tidak ada hadiahnya tetapi cukup dengan penghargaan, tetapi khusus di Universitas Brawijaya ini ada hadiahnya. Selain itu, ada juga lomba fotografi yang bisa diikuti oleh masyarakat umum dan mahasiswa yang berkunjung,” ujar perempuan yang juga mengajar di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) tersebut .(A.Y)

Share.

About Author

Leave A Reply