Tingkatkan sikap kritis mahasiswa, Polinema menggelar Sekolah Legislatif

0

Kota Malang – Dengan tujuan untuk menumbuhkembangkan sikap kritis mahasiswa terkait kebijakan di dalam dan luar kampus di tengah, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Sekolah Legislatif dengan tema ‘Lets Talk About Legislative’ dengan menghadirkan Kepala UPT MKU Polinema Hairus Sandy dan Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DPM UB) Alfian Tanjung sebagai narasumber.

Pentingnya membangun sikap kritis mahasiswa tersebut dilakukan karena seiring perkembangan teknologi dan juga saratnya informasi melalui media sosial dan media mainstream saat ini diakui memicu kebingungan mahasiswa dalam membaca dan memahami pergerakan politik praktis. Akibatnya banyak mahasiswa yang menjadi bingung dan takut melangkah justru kemudian terjebak dalam permainan elite politik yang kemudian membuat banyak mahasiswa yang justru lebih memilih untuk apatis dan pasif. Dampak dari semakin banyaknya mahasiswa yang apatis tersebut, akhirnya memandulkan sikap kritis, simpati, dan empati mahasiswa yang dulunya dikenal peka terhadap kondisi arus bawah dan kritis terhadap kebijakan pemerintah dan kebijakan kampusnya sendiri.

Kepala UPT MKU Polinema  Hairus Sandy dihadirkan untuk memberikan materi tentang Legislative Drafting dan Kelegislatifan serta memotivasi kepedulian mahasiswa terhadap NKRI dan fungsi lembaga negara, kekayaan Indonesia serta potensi dan permasalahannya.

“Sebagai agent of change seharusnya mahasiswa lebih greget dalam membuat perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik dengan kritis, berprinsip, idealisme, netral dan tidak berpihak. Misalkan dalam Pilpres 2019 mendatang, mahasiswa berhak memilih namun harus tetap netral atau tidak berpihak saat berdiri di tengah-tengah masyarakat. Tidak mudah percaya hoax dalam perang proxy, sehingga Indonesia bisa menjadi lebih maju karena peran mahasiswa dalam dunia politik,” jelas Hairus Sandy.

Hairus Sandy lebih lanjut berharap agar pemangku civitas akademika Polinema dapat memberikan wadah dan memfasilitasi mahasiswa membuat perubahan melalui karya, politik dan kelegislatifan dan mempercepat pencetakan kader bangsa dari Polinema.

“Mereka sama dengan mahasiswa Perguruan Tinggi lainnya yang memiliki keinginan yang sama dalam merubah masa depan Indonesia, sehingga harus kita beri kesempatan dan fasilitas kepada mahasiswa untuk bersikap kritis,” pungkas Hairus Sandy.

Sementara itu, Sekjen DPM Polinema Rizky Refiza menegaskan bahwa DPM membangun kepedulian mahasiswa Polinema secara umum terhadap isu-isu politik yang tengah berkembang di Indonesia.

“Ya kita akui bahwa tingkat partisipasi politik mahasiswa saat ini dapat dikatakan masih rendah, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan legislatif bagi mahasiswa Polinema sehingga dapat mengembangkan sikap kritis mahasiswa terhadap isu yang terjadi pada negara maupun di internal kampus Polinema dan isu-isu lainnya,” ujar Rizky Refiza. (A.Y)

Share.

About Author

Leave A Reply