2 Tim dari FT UM berhasil menjuarai KMHE

0

Kota Malang – Torehan prestasi kembali diraih oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (FT UM). Kali ini prestasi yang diraih adalah dalam ajang nasional yakni Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang diadakan oleh Kementrian Riset dan teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Bertempat di Padang, kontes yang diselenggarakan sejak 27 November hingga 1 Desember 2018 lalu, UM menerjunkan 2 tim yakni tim Semeru 1 dan tim Semeru 2, dengan masing-masing tim beranggotakan 7 orang.

Dosen pembimbing tim Semeru I dalam ajang KMHE, Avita Ayu Permanasari menyampaikan bahwa kedua tim yang diterjunkan oleh FT UM berhasil meraih prestasi khususnya dalam bidang mobil hemat energi dengan bahan bakar ethanol.

“Tim pertama meraih juara 1 dalam kategori di prototipe ethanol dengan kecepatan 543,47 Km per liter. Dan Tim 2 Semeru meraih juara 2 di kategori urban ethanol dengan kecepatan 185 km per liter,” kata Avita Ayu Permanasari saat ditemui di FT UM, Selasa (04/12)

Disampaikan Evita, kemenangan tim UM dalam kategori prototipe ethanol merupakan sebuah prestasi yang membanggakan setelah dua kali mengikuti event yang sama tetapi belum berhasil memperoleh prestasi juara, dan keikutsertaan yang ketiga kalinya akhirnya berhasil berada di peringkat tertinggi.

“Belum dapat medali ini yang pertama, bisa mengungguli juara bertahan ITB dalam kategori prototipe,” katanya

Sementara itu, Dosen pembimbing tim Semeru 2 menyampaikan, kemenangan kedua tim FT UM merupakan hasil kerja keras mahasiswa dalam mengelaborasikan antara teknologi dan skill.

Dari segi teknologi, timnya berupa khususnya dalam merekayasa mesin sehingga sesuai dengan bahan bakar ethanol. Tak hanya itu, aspek-aspek lainya seperti konstruksi mesin juga harua didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan target dan bisa mencapai kilo meter per liter yang semakin tinggi.

Untuk aspek skill sendiri lanjutnya, karena berhubungan dengan bagaimana seorang driver melintasi jalur dengan bahan bakar yang telah ditentukan maka kemampuan seorang driver sangat diperlukan.

“Sebenarnya kontes mobil hemat energi ini perpaduan antara teknologi dan skill. Yang itu kemudian butuh strategi. Fungsi manager, menjadi sangat penting khususnya dalam mengatur strategi pemenangan dalam even KMHE itu,” ucapnya.

Kendati telah menang, Ketua Divisi Engine Bagas Eko Laksono, mengaku belum puas dengan capaian yang telah mereka raih. Menurutnya, pihaknya akan terus mengupgrade mobil yang telah dibuat tersebut agar menang dalam ajang internasional yakni ajang Shell ECO Marathon Asia 2020 yang diadakan oleh Shell.

“Belum puas mas, masih ada beberapa yang harus diperbaiki lagi,” ucapnya

Mesin prototipe ethanol yang telah dibuat saat lanjutnya, masih memiliki bobot yang sangat berat. Oleh karenanya, menurutnya ke depan, timnya mengupayakan untuk memperingan bobot mesin, namun tetap dengan kualitas yang tinggi.

“Bobot engine harus diperingan, power to weight-nya juga harus diperbesar, sehingga meski mesin kecil tapi tenaga besar,” katanya menjelaskan

Perlu diketahui, bobot mesin dari prototipe ethanol yang mendapatkan juara 1 tersebut berkisar antara 20 hingga 22 kilo. Dengan bobot tersebut, hasil karya mahasiswa FTUM berhasil melintasi lintasan dengan panjang 7,97 km. Oleh karenanya ia berharap ke depan mesin tersebut dapat diupgrade dan diperingan lagi.

“Sekitar 10 kilo, sambil di maping injeksinya juga,” tandasnya

Share.

About Author

Leave A Reply