Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Lulusan Polinema Wajib Memiliki Sertifikasi Kompetensi Saat Lulus

Lulusan Polinema Wajib Memiliki Sertifikasi Kompetensi Saat Lulus

Gelar seminar tentang sertifikasi nasional dan internasional sebagai persiapannya.

Kota Malang – Dengan menggelar seminar nasional yang membahas simulasi dan sertifikasi serta pengembangan kompetensi di era revolusi industri 4.0, Polinema mempersiapkan peningkatan kompetensi mahasiswanya melalui sertifikasi.

“Sebenarnya sertifikasi ini sudah dimiliki oleh para lulusan Politeknik Negeri Malang saat ini, tetapi jumlahnya baru satu sertifikat kompetensi saja saat ini,” ujar Wakil Direktur I Polinema, Supriatna Adisuwignjo kepada AdaDiMalang.

Supriatna menegaskan bahwa ke depannya nanti, para lulusan Polinema akan memiliki lebih dari satu sertifikat kompetensi saat lulus kuliah.

“Ya minimal mereka akan memiliki satu sertifikat kompetensi setiap tahunnya,” ungkap Wadir I Polinema.

Dengan berbekal kompetensi yang sudah tersertifikasi tersebut maka para lulusan Polinema akan jauh lebih bisa bersaing dan memenangkan persaingan yang ada nantinya.

Seminar nasional yang dilaksanakan pagi hari ini (19/02) menghadirkan beberapa pakar yang ahli di bidang sertifikasi, standarisasi juga pengembangan konstruksi.

Para narasumber itu antara lain Gofur Ahmad yang merupakan akademis dan praktisi sertifikasi serta akreditasi, Ketua Umum Masyarakat Standarisasi Indonesia Supandi, Mohd. Norsaiful Anuar dari Welding Division PT. Multi Mayaka dan narasumber lainnya.

“Selain memperkuat sertifikasi skala nasional, kami juga berusa bisa meraih sertifikasi dengan skjala internasional sehingga bisa turut bersaing di tataran Asia,” ujar Supriatna.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Nasional Sertifikasi Polinema, Bambang Sugiyono menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar tersebut sebagai bagian upaya untuk mewujudkan ISO 1700024 yang akan diperoleh civitas akademika Polinema yang terstandardisasi nasional dan internasional.

“Ada berbagai macam unsur yang mengikuti seminar kali ini dari jaringan Polinema seperti peserta dari SMK sebanyak 325 orang, Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, Dosen dan pelaku industri, di Malang Raya,” jelas Bambang.

Sementara itu, Mohd. Norsaiful Anuar dari Welding Division PT. Multi Mayaka menjelaskan bahwa sertifikasi saat ini juga sudah bisa didapatkan melalui software digital (digitalisasi) kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di laboratorium atau menggunakan alat-alat berat ataupun fisik.

“Jadi dengan digitalisasi kegiatan, maka bisa dilakukan penghematan waktu, energi dan biaya hingga 68 persen dengan cara simulasi,” ungkap Mohd. Norsaiful Anuar.

Terkait dengan digitalisasi tersebut, Supriatna menegaskan Polinema tentunya juga akan menuju ke arah tersebut dan saat ini sedang dalam tahap persiapan. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan