Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rumah Sakit Hingga 11 Triliun

BPJS Kesehatan Bayar Klaim Rumah Sakit Hingga 11 Triliun

Bayar klaim rumah sakit di Malang Raya hingga 291,6 miliar.

Kota Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengeluarkan dana hingga Rp.11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit, serta Rp. 1,1 miliar dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang
Iolos veriflkasi dan sudah jatuh tempo akan dibayar BPJS Kesehatan dengan
mekanisme first in first out dimana urutan
pembayarannya disesualkan dengan catatan kami,” ujar Kepala Humas BPJS
Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (16/04).

Dengan metode first
in first out
tersebut, maka rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas
secara lengkap akan diproses terlebih dahulu pembayaran klaimnya.

Menurut Iqbal, setiap tanggal 15 merupakan tanggal
pembayaran kapitasi untuk FKTP sehingga ada kemungkinan pembayaran non kapitasi
dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

“Biasanya mitra perbankan kami menjalankan
transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun kami pastikan kewajiban
pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan
paling lambat hari ini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor
cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan
fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan
yang berlaku,” tegas Iqbal.

Secara nasional BPJS Kesehatan telah membayarkan klaim
hingga Rp.11 triliun, tetapi untuk klaim rumah sakit di Malang Raya ini BPJS
Kesehatan telah membayarkan hingga Rp.291.639.330.328 untuk seluruh rumah
sakit.

“Dengan begini maka seluruh tagihan rumah sakit di
Malang Raya yang jatuh tempo hingga tanggal 8 April 2019 sudah kami bayarkan,”
ujar Munaqib, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang
Malang.

Munaqib juga menjelaskan bahwa tidaklah benar jika
rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan akan merugi, mengingat klaim
yang ditagihkan oleh rumah sakit ke BPJS Kesehatan selalu terbayarkan seperti
yang dilakukan kali ini.

“Memang kami selalu melakukan perbaikan sistem agar mendapatkan
pola atau cara yang terbaik, tetapi yang jelas tidak dibenarkan jika ada rumah
sakit yang menolak pasien BPJS Kesehatan (JKN KIS) dengan berbagai alas an.
Kami akan melakukan evaluasi dan penindakan jika dtemukan ada,” pungkas Munaqib
di kantor BPJS Kesehatan Cabang Malang. (A.Y)

Tags: , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan