Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

ITN Malang Gelar Kompetisi Asah Otak

ITN Malang Gelar Kompetisi Asah Otak

Gelar turnamen catur untuk memperingati Hari Kartini dan mencari bibit baru catur.

Kota Malang – Sebagai institusi pendidikan yang dikenal sebagai
kawah chandradimuka untuk mendidik, membina dan mengasah kemampuan, Institut Teknologi
Nasional
(ITN) Malang tak
lupa juga turut serta dalam peringatan hari-hari besar nasional dalam bentuk
yang berbeda.

Seperti kali ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik D-3
(HMTL D-3) ITN Malang menggelar turnamen catur dalam rangka memperingati
Hari Kartini setiap tanggal 21 April ini.

“Selain peringatan Hari Kartini, kami mengadakan
turnamen catur ini untuk mencari bibit-bibit baru catur generasi muda,” ujar Koordinator
Kegiatan Turnamen Catur ITN Malang, Prasetyo Guntur, Sabtu (20/04).

Turnamen yang diberi tajuk acara ‘The Chess
Tournament Of The Technical Electric

(TECHNIC ITN) 2019 awalnya hanya akan digelar
untuk peserta dari Malang Raya
ini, namun rupanya peminatnya datang hingga dari luar Malang Raya seperti Sidoarjo,
Surabaya, Madura dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

“Akhirnya pada hari H pelaksanaannya, ada 110 peserta yang terbagi dalam kategori junior (SD/SMP) dan senior
(tingkat SMA-Mahasiswa dan Umum) yang  antusias mengikuti
turnamen catur ITN Malang ini,” ujar Prasetyo Guntur.

Menurut
Guntur, kegiatan turnamen
catur tersebut baru
pertama kali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik D-3 (HMTL D-3) ITN Malang untuk
memfasilitasi bakat-bakat catur masyarakat serta mahasiswa ITN Malang juga.

“Semoga dengan ini minat dan animo masyarakat terhadap
catur juga bisa semakin meningkat,” ujar Prasetyo Guntur.

Perlu diketahui, dalam turnamen catur ITN Malang ini setiap peserta akan diberi waktu dengan sistem catur cepat dengan waktu 15-20
menit sekali bertanding, dimana setiap kategori akan diambil beberapa pemenang.

“Untuk kategori junior diambil 10
peserta terbaik dan kelas senior diambil Tiga peserta terbaik. Sebenarnya
di catur ada tingkatannya seperti Master,
Master Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), Master Nasional, Master
Internasional, dan Grand Master. Tapi untuk kali ini yang dilombakan masih
(kategori) umum,” ujar mahasiswa ITN asal Malang
ini.

Pelaksanaan turnamen Catur oleh himpunan mahasiswa ITN
ini diapresiasi oleh Dekan
Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang, Yudi Limpraptono yang merasa senang karena ide himpunan mahasiswa ITN Malang tersebut ternyata mendapat respon
yang luar biasa dari masyarakat.

“Saya
berharap ITN Malang bisa menjadi tuan rumah untuk kompetisi
catur di daerah Malang termasuk d masa
yang akan datang.
Harapan dari teman-teman dan pembina Percasi, ITN Malang juga bisa melahirkan atlit-atlit hebat catur,” ujar Yudi Limpraptono.

Ditemui di lokasi acara, Wakil Ketua
Percasi Kota Malang Meidy Punuh juga
memberikan apresiasi terhadap turnamen catur ITN Malang tersebut yang
mendapatkan animo cukup tinggi meski dipromosikan dalam waktu yang singkat.

“Turnamen
ini sebagai langkal awal sudah sangat bagus. Kalau tahun depan diadakan lagi
kuncinya adalah dipromosi dan pemilihan waktu yang pas. Digelar saat semua
peserta sedang libur,” sarannya.

Menurut Meidy, kampus II ITN Malang sangat cocok sebagai
venue digelarnya turnamen catur.

“Saya dan keluarga saja baru pertama kali masuk kampus
II ITN Malang ini. Tempatnya nyaman,
sirkulasi udara diruangan juga bagus, penataan mejanya juga baik. Untuk sarana
dan prasarana sudah mumpuni,” ungkap Meidy.

Perlu diketahui, peserta turnamen ITN
Malang
kali
ini didominasi peserta yang baru kali pertama ikut turnamen
catur.

“Semoga turnamen ITN Malang ini bisa menambah jam
terbang peserta sehingga akan memunculkan bibit-bibit baru Catur Indonesia,” pungkas Meidy. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan