Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

FKH Beri Bekal Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Sebelum Turun Ke Lapangan

FKH Beri Bekal Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Sebelum Turun Ke Lapangan

Bekerjasama bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang termasuk siapkan Sistem Pelaporan secara Online.

ADADIMALANG – Setelah melaksanakan sarasehan dengan agenda singkronisasi guna mendapatkan masukan dari berbagai Dinas Perrtanian dari berbagai wilayah di Jawa Timur, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) kembali melaksanakan kegiatan yang terkait sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung GKM Universitas Brawijaya ini berupa Workshop guna memberikan pembekalan pemeriksaan kesehatan hewan yang bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawatimur II pagi hari tadi, Senin (05/08).

Kegiatan workshop pemeriksaan kesehatan hewan yang digelar FKH UB ini diikuti 498 mahasiswa Sarjana, profesional sebanyak 270 orang dan 38 dosen yang akan turun ke lapangan memeriksa kesehatan hewan kurban agar benar-benar layak dan aman dikonsumsi masyarakat.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKH UB, drh Dyah Ayu Oktavianie menjelaskan bahwa selain diberikan pembekalan tentang pemeriksaan kesehatan hewan, juga disosialisasikan tentang Pelaporan tugas di lapangan secara online.

“Dengan sistem pelaporan online ini semua temuan di lapangan akan bisa diketahui secara cepat dan tepat seperti kondisi hewan hingga foto hewan kurban dan data-data lainnya,” jelas drh Dyah Ayu Oktavianie.

Pemeriksaan hewan kurban oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) ini diakui oleh drh Dyah Ayu telah dilakukan sejak tahun 2008 silam secara rutin di Kota Malang, Batu dan sekitarnya.

“Bahkan beberapa tahun terakhir juga dilaksanakan di Kota Mojokerto, Lamongan, Blitar dan Pasuruan,” ujar dokter hewan yang ramah ini.

Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban ini, FKH UB bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kota Malang dimana petugas dari FKH UB akan diterjunkan melakukan pemeriksaan ke lapangan pada H-1 Idul Adha bulan Agustus 2019 ini.

“Untuk pemeriksaan hewan kurban di Malang dan Batu mencapai 80 titik dan sementara 40 titik lainnya ada di daerah sekitar Malang Raya,” pungkas drh Dyah Ayu.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan workshop, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Malang, drh Hilda Sari menyampaikan bahwa Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan kota Malang akan melakukan jemput bola mulai besok (06/08) hingga empat hari ke depan.

“Kami akan libatkan 60 petugas pemeriksa dan pemasangan stiker aman bagi lapak penjual hewan kurban yang dinyatakan hewannya sehat yang tersebar di 57 kelurahan di kota Malang,” ujar drh Hilda Sari.

Petugas pemeriksa kesehatan hewan dari FKH UB dijelaskan drh Hilda akan datang ke masjid atau lokasi penyembelihan hewan kurban untuk memeriksa kesehatan daging kurban.

“Masyarakat harus cerdas memilih hewan Kurban yang akan dibeli sehingga perlu dilihat ciri-ciri hewan kurban yang sehat seperti cukup umur, sudah ganti gigi, tidak cacat dan dalam kondisi sehat,” ungkap drh Hilda Sari.

Pemeriksaan kesehatan hewan bisa dilakukan sebelum disembelih (antemortem) melalui ciri-ciri fisik luar hewan dan pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan (posmortem).

Secara simbolis, petugas pemeriksa kesehatan dari FKH UB dilpeas oleh Rektor Universitas Brawijaya, Nuhfil Hanani yang menyematkan seragam pemeriksa kesehatan dalam kegiatan workshop tersebut. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan