Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Seorang Penjual Pecel Kembalikan Berkas Penerima PKH

Seorang Penjual Pecel Kembalikan Berkas Penerima PKH

Merasa masih banyak yang lebih membutuhkan PKH daripada dirinya.

ADADIMALANG – Setelah menikmati bantuan dari Kementerian Sosial sejak tahun 2013, seorang penjual nasi pecel di RT 10 RW 3 kelurahan Kotalama, kecamatan Kedungkandang kota Malang mengembalikan berkas penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pendamping PKH di kelurahan Kotalama, Iswahyuni Anjari Rakhmi yang mengakui adanya pengunduran diri salah satu warga Kotalama untuk tidak lagi menerima bantuan PKH.

“Jadi awalnya ibu Niati tersebut menanyakan syarat pengunduran diri dari penerima bantuan PKH melalui group PKH Kotalama,” ungkap Iswahyuni Anjari Rakhmi.

Setelah melakukan validasi dan prosedur yang harus dilewati, akhirnya Niati secara resmi mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH melalui pembuatan surat pernyataan pengunduran diri yang diserahkan kepada pendamping PKH Kotalama pada tanggal 3 Agustus 2019.

Ihwal pengunduran dirinya sebagai penerima bantuan PKH tersebut, Niati mengaku sudah 3 bulan terakhir dipikirkannya.

“Sudah 3 bulan terakhir saya terus berpikir dan merasa tidak bisa menerima lagi bantuan. Apalagi melihat di sekitar masih banyak warga yang lebih membutuhkan bantuan daripada saya dan ternyata tidak mendapatkan bantuan PKH,” ungkap Niati di sela-sela kegiatannya melayani pembeli pecel.

Niati mengaku bantuan PKH dari Kementerian Sosial sudah sangat membantu hingga dirinya mampu berjualan pecel saat ini dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Bantuan PKH sangat membantu keluarga saya selama ini, alhamdulillah srkarang saya sudah bisa berjualan atau udaha sendiri seperti sekarang. Saya putuskan untuk tidak menerima bantuan PKH lagi agar bisa disalurkan kepada yang lebih membutuhkan daripada saya,” ujar Niati yang masih tinggal di rumah sewa ini.

Niati berharap keluarga penerima bantuan PKH yang secara ekonomi sudah lebih baik bisa ikut mengundurkan diri agar bantuan PKH bisa diterima oleh yang lebih membutuhkan lainnya.

Meski telah mengundurkan diri, namun keluarga Niati akan tetap dilakukan pengawasan dan pendampingan oleh Pendamping PKH kelurahan Kotalama.

Salah satu yang menyebabkan niat Niati mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH adalah kondisi Subianah (90) warga RT 10 RW 3 kelurahan Kotalama yang sudah 6 tahun ini menderita stroke namun tidak mendapatkan bantuan sama sekali baik dari pemerintah kota Malang atau dari Provinsi dan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Ibu saya sudah 6 tahun terkena stroke dan belum dapat bantuan sama sekali. Padahal sebulan bisa 3 kali kontrol ke dokter. Setiapkali kontrol minimal Rp.200 ribu,” ungkap anak ke 4 Subianah, Choirul Anam.

Bahkan Choirul Anam harus rela berhenti bekerja hanya untuk merawat ibunya yang sakit di rumah.

Ditemui di rumah Subianah, Pekerja Sosial Masyarakat RW 3 Kotalama yakni Sulastri menyampaikan dirinya sudah memasukkan data Subianah sebagai calon penerima bantuan sejak tahun 2017 namun hingga saat ini belum masuk ke daftar penerima bantuan.

“Alhamdulillah sekarang sudah masuk ke falam Basis Data Terpadu sehingga akan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Sulastri.

Saat ditanya kapan bantuan bagi Subianah bisa diterima, Sulastri tidka bisa memastikan namun diperkirakan akhir tahun 2019 atau bahkan 2020 mendatang. (A.Y)

Tags: , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan