Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Bambang Irawan Dikukuhkan menjadi Guru Besar Pertama di Polinema

Bambang Irawan Dikukuhkan menjadi Guru Besar Pertama di Polinema

Sekaligus menjadi Profesor Ke Empat Di Kampus Vokasi Seluruh Indonesia.

ADADIMALANG – Tahun 2019 sepertinya menjadi tahun-tahun keemasan bagi Politeknik Negeri Malang (Polinema). Hal ini disebabkan di akhir tahun 2019 ini, Polinema justru panen berbagai penghargaan dan prestasi seperti Menduduki peringkat ketiga Klasterisasi Perguruan Tinggi Vokasi dari 1.128 perguruan tinggi vokasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Polinema juga mendapatkan anugerah Widyapadhi Politeknik untuk kategori Produk Inovasi tahun 2019 serta menempati peringkat pertama klasterisasi kinerja Kemahasiswaan Perguruan Tinggi vokasi di seluruh Indonesia.

Berbagai penghargaan bagi Polinema tersebut pada bulan September ini dilengkapi dengan turunnya Surat Keputusan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang memutuskan pemberian gelar Profesor kepada dosen jurusan Teknik Mesin Polinema yaitu Bambang Irawan yang kemudian dikukuhkan menjadi Guru Besar Polinema melalui Rapat Senat Polinema pagi hari tadi, Rabu (18/09).

Bambang Irawan Diapit Ketua Senat dan Direktur Polinema

Pengukuhan Bambang Irawan sebagai Profesor dan Guru Besar Polinema ini semakin mengukuhkan Politeknik Negeri Malang sebagai kampus vokasi dengan akreditasi A atau unggulan karena dengan pengukuhan Bambang Irawan pagi ini membuat Polinema akhirnya memiliki Profesor dan Guru Besar pertama di Polinema.

“Kami berharap pengukuhan Bambang Irawan sebagai Profesor dan Guru Besar Pertama di Polinema ini bisa memotivasi para doktor yang ada di Polinema untuk menyusul kesuksesan Profesor dan guru Besar pertama Polinema ini,”ungkap Direktur Polinema, Awan Setiawan usai pengukuhan.

Menurut Awan, di tahun 2019 ini Polinema akan mengusulkan 3 doktor Polinema untuk bisa mendapatkan gelar profesor yang merupakan gelar akademik puncak yang dianugerahkan kepada akademisi yang telah memenuhi serangkaian syarat akademik tertentu.

Polinema mendukung upaya-upaya para dosen untuk maju menjadi lebih baik dalam hal pencapaian gelar dan prestasi yang akan bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan Polinema di masa yang akan datang,” ungkap Awan Setiawan.

Bambang Irawan selain menjadi Profesor dan Guru Besar Pertama di Polinema, juga menjadi profesor ke 4 di kampus Vokasi di seluruh Indonesia dengan judul jurnal internasionalnya yang berjudul ‘Peranan Eneri Surya Dalam Kontribusi Pasokan Energi Listrik Yang Ramah Lingkungan‘.

“Jika setiap rumah memanfaatkan energi surya ini maka bisa turut membantu menjaga lingkungan atau bumi kita tidak semakin bolong-bolong karena digali terus untuk memenuhi kebutuhan energi yang berbahan dasar fosil,” ungkap Bambang Irawan.

Profesor dan Guru Besar Pertama Polinema, Bambang Irawan

Sayangnya menurut Bambang Irawan, hingga saat ini investasi di awal untuk dapat mempergunakan tenaga surya ini masih cukup mahal yang membuat masyarakat enggan untuk mencobanya.

“Saat ini harga listrik di PLN ini sebenarnya masih murah, tetapi jika nanti harganya sudah mahal maka masyarakat baru akan mulai mau mencoba energi tenaga surya yang mungkin baru akan terasa lebih murah nantinya,” ungkap Bambang Irawan.

Direktur Polinema lebih lanjut menjelaskan bahwa secara keseluruhan di Polinema saat ini telah memiliki 73 orang doktor dan yang sedang melanjutkan studi S3 sebanyak 58 orang.

“Kami telah persiapkan banyak fasilitas guna mendukung peningkatan atau pencapaian prestasi dan kemampuan para dosen, termasuk menyiapkan anggaran 15% untuk penelitian dimana tahun 2019 ini sudah dipersiapkan anggaran hingga Rp.15 miliar dan baru terserap sekitar 75 persen daja. tahun depan akan lebih banyak lagi tentunya dan harus bisa lebih dimanfaatkan lagi,” pungkas Awan Setiawan. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan