Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Polinema Perkuat Pendidikan Karakternya Mahasiswanya

Polinema Perkuat Pendidikan Karakternya Mahasiswanya

Ingin hasilkan lulusan yang smart dan berkarakter yang mengetahui sopan santun.

ADADIMALANG – Dengan tujuan untuk memperkuat karakter mahasiswanya dan menunmbuhkan rasa cinta tanah air dan mengembangkan potensi positif yang dimilikinya, UPT Mata Kuliah Umum (MKU) Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter mahasiswa.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional PEndidikan Karakter Mahasiswa Polinema, Hudriyah Mundzir menjelaskan bahwa mahasiswa sudah memiliki karakter dan harus diperkuat oleh para dosen untuk mengoptimalkan potensi positif yang dimilikinya dan meminimalisir hal negatif yang ada.

“Kami sebagai dosen pengajar Mata Kuliah Umum (MKU) di Polinema memiliki kewajiban untuk mengarahkan dan membangkitkan kembali potensi positif yang dimiliki para mahasiswa yang mungkin belum tergali atau sudah mulai muncul,” ungkap Hudriyah Mundzir.

Di era milenial saat ini, generasi muda saat ini khususnya mahasiswa Polinema tidak bisa dilepaskan dari gadget yang merupakan bagian perkembangan teknologi saat ini.

“Kita mengarahkan agar para mahasiswa tidak hanya menggunakan gadget untuk kesenangan belaka tetapi juga memanfaatkan gadget atau teknologi tersebut untuk mengembangkan ha positif yang dimilikinya termasuk untuk pendidikannya,” ujar perempuan berhijab ini.

Kegiatan seminar nasional penguatan pendidikan karakter Mahasiswa Polinema yang menghadirkan Staf Ahli Menteri Pertahanan Republik Indonesia sebagai narasumber ini mendapatkan apresiasi dari Pembantu Direktur IV Polinema Luchis Rubianto yang turut hadr dalam seminar nasional tersebut.

“Kegiatan seminar ini berasal dari keperihatinan banyak dosen pengajar yang melaihat generasi muda khususnya mahasiswa baru ternyata memiliki karakter yang lemah, termasuk sopan santuan dan tata krama dalam kegiatan pendidikan,” ungkap Luchis Rubianto.

Menurut Pembantu Direktur IV Polinema, para mahasiswa baru secara intelektual tidak perlu lagi diragukan tetapi karakter yang dimilikinya termasuk sopan santun dan tata krama semakin lemah.

“Padahal berdasarkan informasi dari dunia industri ternyata karakter, sopan santun dan etika (attitude) sangatlah penting dalam penilaian saat penerimaan kerja. Pandai saja tidak cukup. Sehingga kami merasa perlu melakukan penguatan pendidikan karakter para mahasiswa,” ungkap Luchis Rubianto.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial Republik Indonesia, Marsda TNI Bambang Eko Suhariyanto menyatakan saat ini sudah ada ancaman nyata dan tidak (belum) nyata yang mengancam Indonesia yang perlu dantisipasi,

“Untuk ancaman tidak (belum) nyata adalah perang yang saat ini tidak atau belum terjadi. tetapi ancaman nyata sudah sangat banyak seperti beredarnya faham-faham radikalisme, terorisme hingga ingin mendirikan negara Islam di Indonesia dan paham lainnya yang tidak sesuai dengan Pancasila,” ungkap Marsda TNI Bambang Eko Suhariyanto.

Melihat betapa banyak ancaman nyata yang sudah banyak beredar, Marsda TNI Bambang Eko Suhariyanto berharap agar para generasi muda khususnya Mahasiswa Polinema bisa cerdas untuk tidak terpengaruh doktrn atau ajaran/faham-faham yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Saya percaya para mahasiswa Polinema ini sudah cukup cerdas untuk mengantisipasi dan menghindari dari ancaman-ancaman yang banyak beredar saat ini. Karena jika generasi muda kita mudah termakan ancaman-ancaman nyata itu maka akan sangat berbahaya bagi bangsa dan negara kita ini,” pungkas Staf Ahli Menteri Pertahanan RI ini. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan