Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Dosen Polinema Sosialisasikan Wisata Gastronomi Di Kampung Heritage Kajoetangan

Dosen Polinema Sosialisasikan Wisata Gastronomi Di Kampung Heritage Kajoetangan

Salah satu bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Polinema di Kampung Kayutangan Heritage.

ADADIMALANG – Kota Malang selalu memiliki daya tarik tersendiri di hati setiap orang yang datang mengingat banyaknya tempat wisata yang patut di eksplore dan di nikmati.

Salah satunya adalah wisata gastronomi Kampung Kajoetangan Heritage  yang telah menjadi primadona baru bagi penikmat wisata sejarah karena para wisatawan akan banyak menjumpai bangunan serta barang-barang bernuansa klasik sehingga menjadi primadona bagi penikmat sejarah.

Kampung Kajoetangan Heritage adalah salah satu kawasan permukiman tua yang memiliki cerita sejarah di kota Malang yang telah diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2018 lalu yang kemudian membuat para wisatawan domestik maupun mancanegara datang silih berganti menikmati suasana permukiman berarsitektur Kolonial Belanda.

Ada beberapa rumah yang dibangun di era tahun 1850-1900an yang masih tetap terawat dengan baik hingga saat ini dan sangat menarik jika dijadikan spot berswafoto, dimana hingga saat ini sudah ada sekitar 20 rumah yang ditetapkan sebagai warisan budaya.

Konsep wisata gastronomi muncul sebagai salah satu solusi yang diusulkan guna pembenahan wisata di Kampung Kajoetangan Heritage dengan mengembangkan potensi kuliner tradisional di wilayah tersebut yang dikemas agar menjadi pilihan destinasi wisata para wisatawan.

Dalam kegiatan wisata gastronomi, wisatawan akan dilibatkan secara langsung dalam proses penyiapan bahan makanan, proses pengolahan, penyajian sampai dengan menikmatinya.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), telah dicanangkan sebuah wisata gastronomi di kampung Kajoetangan Heritage dengan memberikan sosialisasi serta pelatihan agar dapat berperan aktif dalam pengembangan masyarakat melalui program ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan sosialisasi tempat wisata gastronomi, selain diikuti oleh Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan Wisata Gastronomi dari Polinema yakni Erlin Melani, dua dosen dari Polinema lainnya yakni Aang Afandi dan Andy Kusuma Indrawan juga turut aktif berperan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Polinema tersebut.

Serah terima peralatan hibah untuk aktivitas wisata gastronomi kepada Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage
Serah terima peralatan hibah untuk aktivitas wisata gastronomi kepada Ketua Manajemen Kampung Kayutangan Heritage

Kegiatan PKM telah direalisasikan tanggal 29 September 2019 lalu dengan mengikutsertakan masyarakat setempat terutama ibu-ibu rumah tangga untuk turut berpartisipasi dengan diberikan pelatihan terlebih dahulu.

Pelatihan dimulai dari proses mengidentifikasi jenis makanan tradisional yang akan dijual, kebutuhan peralatan kuliner tradisional, kebutuhan Sumber Daya Manusia, manajemen wisata gastronomi, penentuan harga pokok dan harga jual, manajemen pemasaran, serta pelatihan Bahasa inggris.

Salah satu kuliner yang disediakan pada wisata gastronomi ini adalah kue tetel yang merupakan salah satu makanan khas tradisional dari Jawa Timur yang dijadikan salah satu uji coba dalam realisasi wisata gastronomi di Kampung Kajoetangan Heritage.

Salah satu selebgram asal Jakarta, Nazla Alifa Senia yang lebih akrab dipanggil Caca saat ditemui dalam kegiatan wisata di Kajoetangan Heritage mengungkapkan, wisata gastronomi merupakan hal yang sangat menarik bagi para wisatawan dengan memperkenalkan kuliner khas Jawa Timur yaitu tetel.

Salah satu selebgram dari Jakarta mencoba membuat kue Tetel di Kampung Kayutangan Heritage

“Dengan semakin berkembangnya zaman, bagi kaum milenial rasa kue tetel sendiri masih sesuai dengan lidah. Dan rasanya pun enak. Mungkin wisata gastronomi perlu dikembangkan lagi dan dipromosikan melalui media sosial sehingga para wisatawan mengerti tentang keberadaan wisata ini,” ungkap Nazla Alifa Senia.

Selagi menunggu proses pembuatan kue tetel, para wisatawan dapat menikmati secangkir kopi atau minuman lainnya di Warung Kopi Pak Gendut dengan harga yang sangat terjangkau.

Arsitektur dari Warung Kopi Pak Gendut ini kental dengan nuansa heritage dengan dilengkapi alat kopi tradisional dan furniture antik yang berpotensi untuk dijadikan salah satu spot foto untuk para wisatawan. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan