Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Pengembang The Rich Sasando Akan Lakukan Gugatan Balik

Pengembang The Rich Sasando Akan Lakukan Gugatan Balik

ADADIMALANG – Gugatan yang diajukan oleh Roy Rafidianta dan pernyataan kuasa hukumnya tentang The Rich Sasando dibantah oleh para pihak yang digugat di Pengadilan Negeri Kota Malang ini.

Menurut M. Fauzi selaku Kuasa Hukum tergugat, gugatan yang diajukan oleh Roy Rafidianto bermula dari adanya rencana penggugat untuk membeli 2 bdang tanah milik Lilik Suprapti seluas 193 m dan 196 m di jalan Sasando pada tahun 2017 lalu.

“Dari perbincangan kedua pihak akhirnya Roy Rafidianto dan Lilik Suprapti menemui Notaris Duri Astuti tahun 2017. Ibu Lilik kemudian disodori perjanjian untuk ditandatangani dimana untuk tanah senilai Rp.4.250.000.000,- hanya diberi uang sebesar Rp. 3 juta sebagai tanda jadi dengan beberapa syarat,” ungkap M. Fauzi saat bertemu awak media hari ini, Rabu (25/02/2020).

“Ibu Lilik akan diberi uang sebesar Rp.50 juta jika telah mengurus surat keterangan ahli waris. Tetapi jika tanah di bagian belakang seluas 4 hektar yang terbagi dalam 22 bidang dengan 22 pemilik itu tidak bisa dibeli oleh pihak Roy maka perjanjian tersebut dianggap batal dan uang tanda jadi dikembalikan,” ujar pengacara yang sudah lama berkarir di Jakarta ini.

Satu minggu dari penandatanganan perjanjian, Lilik mengaku mendatangi notaris Duri Astutik untuk menyerahkan surat keterangan ahli waris, namun uang sebesar Rp.50 juta tidak diberikan.

“Bu Lilik juga sudah berusaha menemui Roy Rafidianto namun tidak ditemui. Dan setelah 4 bulan merasa ada kejanggalan dan melihat tidak ada upaya melanjutkan perjanjian jual beli seperti di awal komitmen, akhirnya sertifikat diminta oleh Lilik Suprapti dan sudah sepengetahuian Roy yang dihubungi melalui telepon oleh Notaris Duri,” ungkap Fauzi yang didampingi oleh Lilik dan Pengembang The Rich Sasando.

Setelah menunggu sekitar 2 tahun, Fauzi menjelaskan bahwa tanah milik Lilik Suprapti tersebut akhirnya ditawarkan kepada  PT Tunggal Jaya Propertindo pada tahun 2019.

“Setelah diverifikasi oleh notaris yang digunakan PT. Tunggal Jaya Propertindo tidak ada masalah maka proses jual beli antara Lilik Suprapti dan PT Tunggal Jaya Propertindo pada tahun 2019. Saat tanah dikerjakan oleh pembeli tanah, kok kemudian muncul gugatan kepada Bu Lilik sebagai pemilik tanah,” ungkap Fauzi. 

Terkait gugatan yang diajukan Roy terhadap Lilik Suprapti dengan gugatan Wanprestasi, Fauzi menjelaskan gugatan sudah ditolak oleh Majelis Hakim dengan membatalkan 3 perjanjian yang sama yang telah dibuat oleh Roy dengan Bu Lilik Suprapti,  Rujito dan Darno yang memiliki tanah di sekitar tanah milik Lilik Suprapti.

“Majelis Hakim menyatakan bahwa 3 perjanjian yang dibuat oleh penggugat dan 3 pemilik tanah dinyatakan batal dengan pertimbangan yang wanprestasi adalah pihak penggugat dan tidak adanya itikad baik dari pembeli. Putusan itu kemudian diajukan banding oleh penggugat dan kita masih belum menerima hasil putusan banding tersebut. Nah sekarang penggugat kembali mengajukan gugatan dengan materi yang sama tapi dengan gugatan Prbuatan Melawan Hukum (PMH). kalau dulu kita bersikap pasif, tapi sekarang kita akan hadapi dan ambil sikap,” ungkap Fauzi.

Rencananya kubu tergugat yakni Lilik Suprapti dan PT Tunggal Jaya Propertindo sebagai turut tergugat melalui uasa hukumnya akan mengajukan gugatan balik karena sudah merasa dirugikan.

“Kita akan hadapi gugatannya dan akan melakukan gugatan balik PMH,” pungkas M. Fauzi. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan