Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Cegah Penyebaran Corona, SMK PGRI 3 Produksi Hand Sanitizer Berbahan Baku Kemangi dan Lidah Buaya

Cegah Penyebaran Corona, SMK PGRI 3 Produksi Hand Sanitizer Berbahan Baku Kemangi dan Lidah Buaya

ADADIMALANG – Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona yang saat ini sudah masuk ke Indonesia, SMK PGRI 3 kota Malang memproduksi hand sanitizer untuk membantu menjaga kebersihan masyarakat.

“Hal ini salah satunya disebabkan karena stok hand sanitizer yang sulit didapatkan dan kalaupun ada juga harganya lebih mahal,” ungkap salah satu siswa jurusan Kimia Pembangkit SMK PGRI 3 Kota Malang, Alfida Bella Virnanda.

Menariknya hand sanitizer buatan siswa SMK PGRI 3 Malang ini berbahan baku lidah buaya dan kemangi yang dinilai memiliki aroma yang segar dan bermanfaat bagi kebersihan.

“Ada beberapa bahan seperti ekstrak kemangi, lidah buaya, lime essential oil dan juga alkohol 70 persen,” ungkap Alfida Bella Virnanda.

Hand Sanitizer buatan siswa SMK PGRI 3 Malang ini diakui telah dipesan baik dari luar daerah ataupun di lokal Malang Raya dimana untuk ukuran 30 mililiter dijual hanya dengan harga Rp.12.500,- dan Rp.17.500,- untuk hand sanitizer ukuran 60 mililiter.

“Kami berharap dengan hand sanitizer yang kami buat ini bisa membantu masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan tangan sehingga mengantisipasi agar tidak terjangkit virus Corona,” ungkap murid kelas 12 ini.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMK PGRII 3 Kota Malang, Murdianto menjelaskan bahwa hand sanitizer yang dibuat oleh siswa SMK PGRI 3 Malang ini hanyalah satu dari sekian banyak produk yang berhasil dibuat oleh siswa Kimia SMK PGRI 3 Malang.

“Beberapa waktu yang lalu kami bahka telah membagi-bagikan hand sanitizer buatan siswa kami secara gratis kepada masyarakat agar bisa lebih dimanfaatkan dalam menjaga kebersihan tangan,” ungkap Murdianto.

Murdianto optimis di waktu yang akan datang, akan banyak prduk-produk kreasi siswa SMK PGRI 3 Kota Malang yang akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Ini adalah hasil pengembangan dari kurikulum di sekolah kami yang juga berbasis pada kebutuhan dunia industri, sehingga tidak hanya teori saja melainkan memproduksi poduk yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkas Murdianto. (A.Y)

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan