Jawa Timur Akan Digelontor 15 Ribu Ton Bawang Putih Untuk Tiga Bulan

Jawa Timur Akan Digelontor 15 Ribu Ton Bawang Putih Untuk Tiga Bulan

Diambilkan dari kuota impor 84.600 ton bawang putih.

Kota Malang – Meski tidak masuk dalam Sembilan Bahan Pokok (Sembako), namun bawang putih menjadi salah satu bahan yang mendapatkan perhatian pemerintah. Hal tersebut disebabkan karena kebutuhan masyarakat akan bawang putih cukup tinggi, sehingga perlu untuk dipenuhi.

“Memang menurut aturan, bawang putih itu tidak masuk sembilan bahan pokok, namun karena kebutuhan di masyarakat tinggi maka pemerintah mencarikan solusi,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat melaksanakan pemantauan harga dan stok bahan pokok di Pasar Dinoyo kota Malang pagi tadi, Sabtu (04/05).

Solusi dalam memenuhi kebutuhan yang cukup tinggi tersebut diputuskan pemerintah dengan melakukan impor bawang putih sebanyak 84.600 ton yang diperkirakan pada tanggal 10 Mei 2019 ini akan tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Tanggal 10 sampai, kemungkinan tanggal 15 Mei sudah masuk pasar di Jawa Timur sehingga bisa terjadi normalisasi harga di pasar yang berdampak pada penurunan harga bawang putih,” ujar Gubernur Jawa Timur.

Terkait dengan masuknya bawang putih impor tersebut, dipastikan oleh Khofifah bahwa Jawa Timur akan mendapatkan sekitar 15 ribu ton dari kebutuhan 4.690 ton untuk setiap bulannya.

“Dengan stok 15 ribu itu maka setidaknya untuk tiga bulan ke depan akan aman kebutuhan bawang putih di Jawa Timur,” ungkap Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu Walikota Malang Sutiaji menyatakan belum tahu persis berapa kebutuhan bawang putih untuk wilayah kota Malang

“Saya belum menerima laporan dari bagian perekonomian tentang kebutuhan bawang putih untuk kota Malang secara detail nya,” ujar Sutiaji.

Meski demikian, Walikota Malang menyatakan kebutuhan bawang putih di kota Malang dipastikan akan terpenuhi hingga hari raya mendatang mengingat saat ini masih ada stok di pasar Gadang.

BACA JUGA :  Samsul : jukir di ATM masih harus kordinasi lagi dengan bank

“Di pasar Gadang saat ini masih ada stok hingga Delapan ton sisa operasi pasar yang lalu,” ujar Sutiaji.

Dalam waktu dekat, Sutiaji menegaskan akan segera melakukan pemantauan harga pasar ataupun operasi pasar hari Senin (06/05) mendatang. (A.Y)

Agus Yuwono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *