Ponpes Bahrul Maghfiroh Serahkan Sistem Pengajaran Sekolahnya Ke IKIP Budi Utomo

Ponpes Bahrul Maghfiroh Serahkan Sistem Pengajaran Sekolahnya Ke IKIP Budi Utomo

IKIP Budi Utomo menjadikan Ponpes Bahrul Maghfiroh sebagai Laboratorium Pengajaran dan Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kota Malang – Meski Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI) Malang selama ini menggratiskan biaya para santrinya untuk belajar di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, namun diharapkan kualitas pendidikan yang diberikan tidak kalah berkualitas dengan tempat pendidikan yang lainnya.

Oleh karenanya, pondok pesantren Bahrul Maghfiroh bekerjasama dengan IKIP Budi Utomo (IBU) Malang untuk membina dan mengurusi sistem pengajaran sekolah yang dimiliki Bahrul Maghfiroh tersebut.

“Saya sengaja memilih IKIP Budi Utomo Malang sebagai mitra untuk pendampingan karena IKIP Budi Utomo ini memang benar-benar fokus dalam ilmu keguruan di kota Malang ini. Sehingga rasanya saya tidak salah dalam memilih IKIP Budi Utomo Malang,” ujar Pembina Ponpes Bahrul Maghfiroh, M. Bisri dalam sambutannya.

M. Bisri lebih lanjut menjelaskan jika sistem pendidikan di sekolah (SD, SMP dan SMA) yang dimiliki Bahrul Maghfiroh tersebut akan benar-benar diserahkan sepenuhnya kepada IKIP Budi Utomo untuk menata, membina dan membentuk sistem serta model pengajaran yang baik dan benar.

“Saya serahkan selama Lima tahun kepada IKIP Budi Utomo sehingga pendidikan di sekolah Bahrul Maghfiroh ini akan benar-benar baik dan benar atau berkualitas serta bisa match dengan pendidikan di pondok pesantrennya,” harap mantan Rektor Universitas Brawijaya ini.

Kerjasama antara Ponpes Bahrul maghfiroh dengan IKIP Budi Utomo tersebut diwujudkan dalam bentuk penandatanganan surat kerjasama yang dilakukan M. Bisri selaku Pengasuh BMCI dan Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko  yang disaksikan ratusan santri dan perwakilan IKIP Budi Utomo Malang

Tak tanggung-tanggung, mengapresiasi kerjasama yang dibuat dan untuk menunjukkan keseriusan dalam kerjasama tersebut, Rektor IKIP Budi Utomo usai menandatangani surat kerjasama langsung memberikan bantuan berupa Smart TV dan tablet yang akan dipergunakan dalam model pengajaran di waktu yang akan datang di Bahrul Maghfiroh.

BACA JUGA :  Tim Polinema menjadi juara Sasana Debat Mahasiswa Sejawa Bali di bidang Ekonomi

“Ya kami juga ingin menerapkan teknologi sebagai bagian dari pengajaran yang akan diterapkan di sekolah milik Bahrul Maghfiroh ini, karena kami juga ingin para guru dan siswa bisa mengenal teknologi agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang ada,” ujar Rektor IKIP Budi Utomo, Nurcholis Sunuyeko.

Penerapan teknologi tersebut diakui Nurcholis juga sudah diterapkan di kampus IBU sehingga saat ini para mahasiswa dan dosen sudah menerapkan model pengajaran tanpa menggunakan kertas (paperless) dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengefektifkan serta mengefisiensikan model pengajaran yang ada.

“Kami juga akan menjadikan Bahrul Maghfiroh ini sebagai laboratorium pengajaran dari para dosen ataupun mahasiswa IKIP Budi Utomo, semoga nanti akan muncul suatu pola atau model pendidikan yang tepat dan terbaik bagi pendidikan di pondok pesantren dari kerjasama ini,” ujar pria berkacamata ini.

Pola kerjasama dengan melakukan pendampingan perguruan tinggi ke sekolah atau pondok pesantren ini diakui M. Bisri masih yang pertama kali dilaksanakan, sehingga diharapkan dengan kerjasama yang menjadi pilot project tersebut akan benar-benar bisa meningkatkan kualitas pendidikan Bahrul Maghfiroh yang akan berdampak pada kualitas lulusan dan yang lainnya.

“Semoga dengan kerjasama ini akan membawa kebaikan untuk Bahrul Maghfiroh dan juga IKIP Budi Utomo, aamiin,” pungkas M. Bisri. (A.Y)

Agus Yuwono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *