Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Universitas Brawijaya Resmikan Pusat Pengembangan Batik Nusantara

Universitas Brawijaya Resmikan Pusat Pengembangan Batik Nusantara

Sudah banyak menerima pesanan pembuatan batik dari daerah-daerah di Indonesia.

Kota Malang – Diresmikan pagi ini oleh Rektor Universitas Brawijaya, UB resmi memiliki Pusat Pengembangan Batik Nusantara (Batara).

Divisi Pengembangan Batara, Susinggih Wijana menjelaskan bahwa cikal bakal berdirinya Pusat Pengembangan Batik Nusantara UB ini dimulai pada tahun 2013.

“Saat itu UB mendapatkan tugas dari Balitbang meneliti batik di tiga wilayah, kemudian mendapatkan tugas meneliti lagi di beberapa daerah” ungkap Susinggih.

Dari penelitian dan kerjasama yang dilaksanakan, Batara mendapatkan banyak pesanan untuk pembuatan batik daerah-daerah di Nusantara.

“Yang menunggu dibuatkan batik oleh Batara UB adalah Kepulauan Natuna dan Bintan pada tahun 2019 ini,” ungkap Susinggih.

Pada tahun ini Batara akan memfokuskan pada pengembangan batik dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah serta CSR.

“Dengan keberadaan Batara ini maka kami berharap UB akan semakin kuat di bidang budaya,” ujar pria ramah ini.

Rektor UB, Nuhfil Hanani berharap Batara sudah bisa dijalankan dengan orientasi bisnis mengingat tahun ini UB akan menjadi PTN BH.

“Konsumen pertamanya Batara adalah UB dimana nanti akan dibuatkan seragam batik untuk UB,” ujar Nuhfil Hanani dalam sambutannya.

“Saya berharap Batara tidak hanya membuat batik saja, tapi juga berbisnis. Saya senang jika Batara nanti bisa mengajari negara lain untuk membatik. Bolehlah membuat lomba membatik internasional,” ujar Rektor UB.

Nuhfil Hanani berharap Batara bisa terus berinovasi sehingga akan menambah jumlah inovasi yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya.

Dalam peresmian Batara pagi ini, diumumkan juga tiga juara Lomba Batik Motif Brawijaya dari sekitar 60 peserta yang mengikutinya.

Juara pertama lomba batik motif Brawijaya diraih oleh Dwi Wahyu Saputra dari UB dengan tema ‘Sugeng Rawuh Raja Brawijaya’ (Surajaya).

BACA JUGA :  IKA Polinema gelar Festival, dari Fun Run hingga Sumbangan ke Tukang Becak

“Juara KeKedua adalah Joko Supeno dari UKM Batik Turen dengan tema Padmawijaya. Sementara juara ketiga diraih Silvia Hulia S dari Universitas Negeri Malang (UM) dengan desain Arca Emas UB,” ungkap Susinggih. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan