Berita

Rubah Kotoran Ayam Menjadi Listrik, Mahasiswa Polinema Menjuarai LKTIN

Membuat karya pengelolaan kotoran ayam dalam mengoptimalkan energi terbarukan di Indonesia.

ADADIMALANG – Dengan mengangkat pengelolaan kotoran ayam dalam mengoptimalkan energi terbarukan di Indonesai, dua orang mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil menjuarai Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) DINAMIS tahun 2021.

Dalam LKTIN yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Kalimantan ini, Mokhammad Khatami (Prodi D-IV Teknik Otomotif Elektronik) dan Galuh Citra Cahya Rohmana(Prodi D-IV Teknologi Kimia Industri) Polinema berhasil menjadi Juara I LKTIN DINAMIS yang diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2021 hingga 21 Agustus 2021.

Kompetisi yang mengambil tema ‘Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Era Society 5.0 untuk mewujudkan Indonesia Emas’ ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Polinema, PENS, ITS, Universitas Udayana dan Institut Teknologi Kalimantan.

Khatami dan Galuh menyajikan karya tulis berjudul ‘Pengelolaan Kotoran Ayam melalui (Local Energy based Circular System (LOCEST) dalam Mengoptimalkan Energi Terbarukan di Indonesia’ dengan bimbingan dari di bawah bimbingan Christyfani Sindhuwati, ST., MT.

“Inovasi kami ini mengangkat satu permasalahan pada peternak ayam petelur di Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar yang memiliki kapasitas ayam sebanyak 5 ribu ekor ayam dan menghasilkan 8 ton kotoran ayam per tahun,” jelas Khatami.

Kotoran ayam pada peternakan di desa Lorejo kabupaten Blitar tersebut selama ini hanya dikumpulkan lalu dijual kepada petani, padahal kebutuhan energi listrik peternakan tersebut juga sangat besar dengan pengeluaran per bulan di atas Rp.1 juta.

Tim mahasiswa Polinema ini kemudian membuat inovasi yang dapat diaplikasikan oleh Peternak Ayam Ras Petelur dengan melakukan pengelolaan kotoran yang handal yaitu Local Energy based Circular System (LOCEST) dengan memanfaatkan kotoran ayam menjadi energi listrik dan dimonitoring melalui gawai yang diintegrasikan sistem AI (Artificial Intellegence).

“Kami menganalisis potensi kotoran ayam menjadi energi listrik yang mampu menghasilkan 9,5 mWh per tahun serta menganalisis kelayakan ekonomi proyek ini bagi peternak ayam. Hasilnya, dengan IRR > MARR dan waktu pengembalian modal (payback periode) yakni 3 tahun 2 bulan, teknologi ini sangat layak untuk diaplikasikan bagi Peternak Ayam Ras Petelur Desa Lorejo, Kabupaten Bakung, Kecamatan Blitar, “ tutup Khatami. (A.Y)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version