Berita

Gedung Teknik Mesin Dan Pasca Sarjana Polinema Sudah Dapat Dipergunakan

Diserahkan oleh Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR kepada Direktur Polinema pagi hari tadi.

ADADIMALANG – Setelah mulai dikerjakan kembali sejak tanggal 14 Juli 2020 lalu, Gedung Jurusan Teknik Mesin dan Pasca Sarjana Politeknik Negeri Malang (Polinema) mulai hari ini telah dapat dipergunakan.

Kedua gedung yang digarap dengan pendanaan dari Kementerian PUPR RI tersebut secara resmi dilakukan serahterima dari Kementerian PUPR kepada pihak Polinema pada pagi hari tadi, Jumat (01/10/2021).

“Pembangunan gedung ini dimulai sejak tanggal 14 Juli 2020 dan mampu diselesaikan pada bulan Juli 2021 lalu. Meskipun masih dalam masa pandemi, pembangunan dapat diselesaikan dengan zero accident dan ramah pada lingkungan sekitar,” jelas Ketua Panitia Pembangunan, Imam Mashudi B.eng (HONS)., MT.

Menurut Imam Mashudi, gedung Jurusan Teknik Mesin Polinema tersebut memiliki blok Bengkel dan Laboratorium yang terdiri dari lima lantai, sementara blok ruang kuliah terdiri dari delapan lantai dan blok Pasca Sarjana memiliki tiga lantai ditambah blok aula dan lain sebagainya.

“Dengan selesainya tahap ini, maka kemampuan menampung mahasiswa dari sekitar 1.500 dalam waktu dekat akan dapat ditingkatkan menjadi dua ribu mahasiswa,” harap Imam Mashudi.

Selain ramah lingkungan, gedung Pasca Sarjana Polinema tersebut disuplai energi solarcell 100 persen yang dapat dialihkan ke listrik PLN jika mengalami kendala.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR, M. Reva Sastrodiningrat ST., MSc menyampaikan dirinya memberi perhatian yang lebih pada proses pembangunan gedung di Polinema tersebut.

“Pembangunan gedung Teknik Mesin dan Pasca Sarjana Polinema ini merupakan tugas pertama saya sebagai Kepala Balai Prasarana Pemukiman Jawa Timur sehingga harus segera melaksanakan pembangunan yang sempat tertunda tersebut,” ungkap M. Reva Sastrodiningrat.

Menurut Reva, pembangunan gedung tersebut menghabiskan waktu persis satu tahun meski sempat terkendala pandemi sehingga pihaknya melakukan berbagai percepatan agar mampu menyelesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

“Terimakasih kepada pihak Polinema karena telah sabar menunggu dan sabar dengan semua proses pembangunan. Yang paling penting dari proses pembangunan ini bukan bangunan yang telah jadi ini melainkan investasi Sumber Daya Manusianya yang ke depan akan sangat bermanfaat bagi kita semua,” pungkas Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Timur.

Ditemui usai serah terima gedung, Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan MT., MM menyampaikan rasa syukurnya atas terselesaikannya gedung yang trelah cukup lama dinanti oleh warga Polinema khususnya Jurusan teknik Mesin dan Pasca Sarjana Polinema tersebut.

“Alhamdulillah dan puji syukur kehadirat Allah SWT hingga acara Sosialisasi dan induksi penggunaan gedung jurusan teknik mesin dan Pascasarjana ini dapat terlaksana. Ada beberapa tahun penting dalam proses pembangunan gedung ini. yang pertama di tahun 2004 Polinema yang kala itu masih bernama Politeknik Universitas Brawijaya menjadi Satuan Kerja dan namanya berubah menjadi Politeknik Negeri malang (Polinema) meskipun kampusnya masih berada satu areal di Universitas Brawijaya,” jelas Direktur Polinema.

Tahun 2007 menurut Awan Setiawan, beberapa Jurusan dan Kantor Pusat Polinema resmi pindah ke Kampus Pusat di jalan Sukarno Hatta kota Malang dan di tahun 2012 menjadi tahun tantangan dan peluang karena pihak Polinema diminta memindahkan teknik sipil dan teknik mesin beserta alat dan mesin ke kampus baru Polinema.

“Tahun 2013 perencanaan gedung jurusan Teknik Mesin dengan model blok masa berhasil diselesaikan dan tahun 2015 jurusan Teknik Sipil mampu menempati gedung baru. Sementara Teknik Mesin baru menempati sebagian gedung kuliah. Penyelesaian pembangunan gedung Teknik Mesin tersebut mampu diselesaikan melalui tiga tahap yakni tahun 2015 melalui pembiayaan APBN dengan pagu Rp.60 miliar, tahap kedua tahun 2018 dilandasi kebutuhan yang mendesak, maka dengan menggunakan dana sebagai BLU dan tahap ketiga cukup panjang yang dimulai dengan usulan dari Kemenristekdikti dan akhirnya diserahkan ke Kementerian PUPR dengan pagu hingga Rp.150 miliar,” jelas Awan Setiawan.

Di awal pandemi, Direktur dan jajaran di Polinema sempat merasa khawatir akan proses pembangunan akan terganggu apabila dana mengalami realokasi tetapi ternyata alhamdulillah tidak karena sudah masuk menjadi pembangunan strategis nasional.

“Hari ini kami resmikan dua gedung ini untuk mulai dipergunakan. Pada tanggal 7 September lalu peresmian dilaksanakan oleh Presiden RI saat berada di Ponorogo. Tapi saat itu Presiden RI berjanji akan mendatangi kampus Polinema,” ungkap Direktur Polinema. Peresmian memang ditunda tetapi KDP sudah bebas, sehingga sewaktu-waktu Presiden RI dapat datang berkunjung ke Polinema,” pungkas Direktur Polinema Drs Awan Setiawan MT., MM.

Ditemui di lokasi yang sama, Ketua Jurusan Teknik Mesin Polinema, Ir Pipit Wahyu Nugroho MT menjelaskan sejak tahun 2015 jurusan Teknik Mesin Polinema sebenarnya telah mendapatkan gedung tersendiri tetapi bangunannya hanya laboratorium dan bengkel saja sehingga kerap ‘menumpang’ di jurusan Teknik Sipil.

“Kemudian di tahun 2018 ada pembangunan sedikit tetapi yang membuat kebutuhan ruang kelas teori, bengkel dan praktikum semua terpenuhi itu ya bangunan yang sekarang diserahterimakan ini. Dengan fasilitas delapan lantai untuk kelas teori dan bengkel serta laboratorium, maka saat ini hanya kurang peralatan dan mesin yang tinggal diisi sebagian yang masih belum ada,” ungkap Ketua Jurusan Teknik Mesin Polinema.

Dengan adanya gedung baru Teknik Mesin Polinema tersebut, Pipit yakin mahasiswa tidak akan merasa terganggu lagi karena harus pindah-pindah saat akan menjalani kelas teori ataupun saat praktik di laboratorium atau bengkel.

“Sekarang alhamdulillah sudah terpenuhi, insyaallah nanti jika sudah kuliah luring maka mahasiswa akan dapat memanfaatkan ruangan di gedung ini yang nyaman dan telah berstandar internasional,” pungkas Pipit Wahyu Nugroho. (A.Y)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version