Berita

Pengembangan Smart Village oleh Dosen Polinema

Pelatihan penggunaan aplikasi SIM-RIwinK kepada Perangkat Desa Wringinsongo Tumpang
Pelatihan penggunaan aplikasi SIM-RIwinK kepada Perangkat Desa Wringinsongo Tumpang

Digitalisasi pelayanan masyarakat dengan aplikasi SIM-RIwink di desa Wringinsongo Tumpang.

ADADIMALANG – Kondisi pandemi akibat Covid-19 yang masih berlangsung atau belum usai hingga saat ini, menuntut semua unit kerja baik itu pelayanan termasuk administrasi masyarakat desa harus mampu beradaptasi dengan sebaik-baiknya.

Dalam rangka menghindarkan diri dari paparan Covid-19 tersebut, banyak layanan kepada masyarakat yang diberikan harus tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19, namun tidak sedikit animo masyarakat yang tinggi dan pembuatan administrasi surat menyurat secara manual membutuhkan waktu yang tidak sebentar sehingga berpotensi munculnya kerumunan yang dapat menyebabkan terjadinya penyebaran Covid-19.

Dalam kondisi pandemi seperti ini dimana kebutuhan pelayanan kepada warga masyarakat harus tetap diberikan, membuat beberapa dosen pengajar dari kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema) melaksanakan digitalisasi pelayanan publik kepada warga desa Wringinsongo Tumpang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mulai hari Jumat kemarin (10/09/2021).

Tim PKM Polinema bersama Perangkat Desa Wringinsongo Tumpang

Ketua Tim PKM Polinema, Siti Amerieska MSA.,Ak.,CA., menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi justru terjadi percepatan pengembangan dan penggunaan teknologi informasi.

Adaptasi penggunaan teknologi informasi bagi pelayanan administrasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menunjang ketepatan dan kecepatan mewujudkan pelayanan prima. Sayangnya kendala terbesar adalah terletak pada infrastruktur layanan administrasi masyarakat yang masih menggunakan cara manual sehingga kami dari Polinema hadir dengan membawa aplikasi administrasi kependudukan berbasis Web maupun Android yang kami beri nama SIM-RIwinK,” ungkap Ketua Tim PKM Polinema di Desa Wringinsongo Tumpang

Secara teknis, Siti menjelaskan masyarakat desa Wringinsongo dapat mengakses pada halaman website dan mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk dapat mengakses layanan pembuatan Surat Keterangan Domisili, Surat Keterangan Usaha, Surat Boro Kerja dan lain sebagainya.

Dengan kegiatan PKM ini maka kami melakukan digitalisasi proses administrasi dan pelayanan desa Wringinsongo, memudahkan perangkat desa dalam mengerjakan administrasi sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan adanya transparansi informasi publik serta komunikasi vertikal antara pemerintah desa dan masyarakat,” ungkap Siti Amerieska.

Sebelum penggunaan aplikasi SIM-RIwinK tersebut, tim PKM Polinema yang beranggotakan Dr. Aang Afandi, SE.,MM., Andi Kusuma Indrawan, S.Kom., MT., Erlin Melani, SE.,MSA.,Ak.,CA., CSRS., Dr. Drs. Ludfi Djajanto.,MBA. danDr. Muhammad Akhlis Riza , ST.,MT sebagai Koordinator PKM Polinema ini melaksanakan jaring aspirasi serta identifikasi kebutuhan masyarakat agar luaran program pengabdian yang dihasilkan akan memiliki masterplan sistem informasi dalam pengembangan Smart Village dan ketrampilan branding untuk mempromosikan desa dengan menggunakan prinsip Sustainable Livelihood Asset for Smart Village.

Selain itu kami juga melaksanakan pelatihan peningkatan SDM bagi para Perangkat Desa yang akan dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pertama untuk pelatihan basic skill kemampuan mengoperasikan computer secara sederhana dalam kegiatan tata kelola administrasi desa. Dan tahap kedua berupa pengembangan transfer pengetahuan dan ketrampilan tata kelola administrasi desa dengan menerapkan teknologi tepat guna berupa aplikasi SIM-RIwinK (Sistem Informasi Manajemen Administrasi Kependudukan Wringinsongo),” ungkap Siti Amerieska.

Dengan menghadirkan aplikasi SIM-RIwinK tersebut, Tim PKM Polinema menawarkan teknologi tepat guna untuk mendukung pelayanan prima kepada masyarakat desa Wringinsongo dengan menggunakan aplikasi SIM-RIwinK.

Kemampuan para perangkat desa menguasai teknologi admisintrasi pelayanan berbasis web ini cukup penting terutama di situasi pandemi Covid-19 saat ini. Dengan adanya aplikasi SIM-RIwinK ini kami berharap pelayanan administrasi kependudukan di desa Wringinsongo akan semakin efektif dan efisien sehingga masyarakat semakin terbantu. dengan kecepatan layanan akan kebutuhan mereka tentang administrasi kependudukan,” pungkas Siti Amerieska. (A.Y)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version