Berita

Pelangi Bangsaku SMAK Kosayu Tetap Meriah Meski Dilaksanakan Virtual

Sajian kekayaan dan keberagaman Indonesia dalam pagelaran seni budaya siswa dari miniatur Indonesia di SMAK Kosayu Malang.

ADADIMALANG – Meski dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan kali ini harus digelar secara virtual karena pandemi Covid-19 belum usai, kegiatan Pelangi Bangsaku SMAK Kolese Santo Yusuf (Kosayu) Malang tetap berjalan seru dan meriah.

Bahkan dalam pembukaan Pelangi Bangsaku ke IX kali ini dihadiri secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang hingga Uskup Keuskupan Agung Jakarta yang juga menjadi Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.

Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas terlaksananya pagelaran seni budaya Pelangi Bangsaku ke IX SMAK Kosayu Malang.

“Saya ucapkan terimakasih kepada SMAK kolese Santo Yusuf Malang atas inisiasi dan peran aktifnya dalam menghidupkan kembali seni budaya Nusantara. Semoga SMAK Kosayu dapat tetap eksis mempertahankan pagelaran seni budaya Pelangi Bangsaku ini. Pagelaran ini penting bagi para siswa didik dan masyarakat umum, karena saya percaya dan optimis melalui rajutan budaya ini kita mampu merajut suatu persatuan dan kesatuan,” ungkap Wali Kota Sutiaji.

Sementara itu, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia yakni Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan pihaknya menyambut dengan penuh rasa syukur atas pagelaran Pelangi Bangsaku ke IX keluarga besar SMAK Kolese Santo Yusuf Malang.

“Bertitik tolak dari komunitas SMAK Kosayu sendiri, kebudayaan dikembangkan dan cinta akan budaya ditumbuhkan dalam keluarga besar Kolese Santo Yusuf ini. Pelangi Bangsaku ini dilaksanakan di bulan Oktober disaat kita memperingati dan merayakan hari Sumpah Pemuda. Saya yakin cinta akan budaya tidak mungkin dikembangkan tanpa landasan cinta tanah air. Semoga momentum Sumpah Pemuda 2021 ini menjadi latar belakang dilaksanakannya Pelangi Bangsaku,” ungkap Uskup Keuskupan Agung Jakarta ini.

Mengingat icon budaya Pelangi bangsaku IX kali ini mengambil tema Janoja (Jawa Non Jatim), Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH., M.I.P. juga hadir dalam pembukaan Pelangi Bangsaku IX pagi tadi.

“Saya sebenarnya ingin sekali hadir langsung di acara Pelangi Bangsaku SMAK Kosayu Malang untuk melihat dan menikmati karya-karya para siswa SMAK Kosayu Malang. Saya berharap Pelangi Bangsaku ini ada kuratornya sehingga ada catatan dan evaluasi pada setiap karyanya karena tentunya para siswa ingin terus berkarya. Selagi muda, sudah sepantasnya tidak takut untuk berkarya. Sukses terus dan jangan lupa nasehat guru dan orangtuamu karena masa depanmu bergantung kepada mereka,” ujar Gubernur Jawa Tengah.

Kepada awak media, Kepala Sekolah SMAK Kosayu Malang, pieter Harjanto M.Pd menyampaikan Pelangi Bangsaku ini berisi Pameran dan Pagelaran Budaya Nusantara selama dua hari sejak hari ini yang dilaksanakan secara virtual karena kondisi pandemi Covid-19 belum usai saat ini.

“Kami mencintai Indonesia, kami menjalin persatuan semua warga dan kami mengajak terutama anak didik kami dan semua pelajar di Indonesia untuk saling menghormati perbedaan. Kebhinekaan ini adalah kekayaan kita, jika kita dapat saling menghormati maka terciptalah NKRI yang damai dan dapat berperan untuk memajukan perdamaian di seluruh dunia. Itu adalah cita-cita mulia yang kami impi-impikan dan kami mulai dengan kegiatan Pelangi Bangsaku ini,” ungkap Kepala SMAK Kosayu Malang.

Selama dua hari pelaksanaan Pelangi Bangsaku, ada 14 tim Persaudaraan Anak kolese Santo Yusuf (Paksy) yang mewakili masing-masing wilayah di Nusantara.

“Konkritnya adalah Indonesia ini sangat beragam dengan banyak perbedaan, jika semua dapat saling menghargai khususnya di kalangan para pelajar maka akan muncul suatu kekuatan, rasa cinta, rasa nasionalisme pada negara Indonesia tercinta,” ujar Pieter Harjanto.

Perlu diketahui, siswa SMK Kosayu Malang ini datang dari 27 provinsi di Indonesia dan berasal dari 233 SMP asal di Indonesia.

“Peserta didik kali ini sebanyak 1.226 orang peserta didik yang mengikuti Pelangi bangsaku dimana ini sungguh membawa perubahan yang sangat mendasar mengingat para siswa akan mengetahui budaya di masing-masing daerah. Itulah kita, Itulah miniatur Indonesia yang ada di SMAK Kosayu Malang,” pungkas Pieter Harjanto.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelangi bangsaku IX SMAK Kosayu Malang, Bismo Pandoyo S.Pd menjelaskan ada lomba menyanyi lagu daerah, pagelaran tari adat daerah dimana dalam satu hari ada pembagian jadwal untuk pelaksanaan pagelaran dan juga pameran.

“Ada 7 Paksy setiap harinya dimana mulai pukul 10.00 WIB para peserta akan dapat mengikuti pameran di masing-masing daerah Nusantara di website SMAK Kosayu Malang yakni www.smakkosayumalang.sch.id/pelangibangsaku9. Tema budaya atau icon Pelangi bangsaku kali ini adalah Jawa Non Jatim (Janoja) dimana kali ini difokuskan pada budaya Betawi,” ujar Bismo.

Menariknya menurut Bismo, para pengunjung pameran juga dapat memesan makanan khas daerah masing-masing yang nantinya akan dikirimkan langsung dari daerah asli makanan tersebut.

Pembukaan Pelangi Bangsaku dimulai dengan Upacara Palang Pintu yang dilanjutkan dengan Tari Lenggang Nyai khas Betawi.

“Jadi kebetulan anak-anak yang Janoja (Jawa Non Jatim) kebanyakan telah berada di asrama sekolah sehingga langsung dapat melakukan perekaman video di sekitar sekolah dan melakukan upacara Palang Pintu dan tari pembukaan Tari Lenggang Nyai. Para siswa yang tidak berada di kota Malang melakukan penampilan tari-tarian atau lomba menyanyi secara virtual dan direkam selama dua minggu lamanya. Setelah itu dikirimkan kepada pihak panitia Pelangi Bangsaku IX dan kali ini ditampilkan dan dapat dinikmati semua secara virtual,” ujar Pembina Paksy Jawa Non Jatim (Janoja), Ika Tyas Intani S.Pd. (A.Y)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Exit mobile version