Tak menyangka animo mahasiswa UB tinggi, tiga bulan pertama beroperasional telah mampu mendapatkan laba setiap bulannya.
ADADIMALANG – Sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa sangat besar di Malang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri, Universitas Brawijaya (UB) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan prestasi dan juga peringkat dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya.
Selain melakukan berbagai upaya untuk mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, peningkatan layanan kepada para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Brawijaya juga menjadi salah satu perhatian dari Rektor UB yang baru. Salah satunya adalah mengoptimalkan fasilitas mahasiswa yang telah ada agar dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh para mahasiswa ataupun civitas akademik UB.
Salah satunya adalah memanfaatkan wilayah gazebo di bagian Selatan kampus Universitas Brawijaya yang selama ini belum termanfaatkan kini telah banyak dikunjungi oleh para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Brawijaya ataupun dari pihak luar kampus.
“Jadi mulai akhir bulan September 2022 lalu kita telah membuka Gazebo Corner yang merupakan anak dari UB Coffee yang ada di Jalan MT Haryono, dan ternyata animo mahasiswa ataupun civitas akademika UB cukup bagus di Gazebo Corner ini,” ungkap General Manager UB Coffee, Santoso Purnomo.

Santoso menyampaikan keberadaan Gazebo Corner tersebut merupakan upaya pengoptimalan fasilitas yang dapat dinikmati mahasiswa
“Jadi kalau UB Coffee itu segmennya middle up, nah Gazebo Corner ini segmennya yang lebih terjangkau sehingga mahasiswa dapat menikmati ambience suasana yang indah dan keren inj,” ungkap Santoso.
Mengandalkan suasana yang rindang dan sejuk, Gazebo Corner menawarkan makanan Jepang seperti Furikake dan beberapa pastry serta kudapan lainnya dengan harga yang lebih terjangkau.
“Biasanya saat mahasiswa kuliah tempat ini penuh, bahkan sampai mahasiswa yang biasanya beraktivitas di gazebo akhirnya juga memesan makanan di gazebo corner ini. Tempat ini bisa menampung hingga 100 orang dimana ke depan akan terus kami kembangkan konsepnya,” ungkap Santoso.
Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Badan Usaha Non Akademik Universitas Brawijaya (BUNA UB), Prof. Nurkholis, Ph.D., Ak., CA., menyampaikan berbagai acara rencananya akan digelar di sekitar Gazebo Corner sebagai tenpat para mahasiswa mengekspresikan kemampuan dan minat mereka.
“Misalkan saja home band Universitas ataupun Fakultas dapat perform di sini secara bergantian, kemudian ada seni tari ataupun yang lain juga dapat ditampilkan di sini. Selain menjadi hiburan bagi mahasiswa yang datang ke mari, juga memperkenalkan UKM atau keberadaan mereka kepada para pengunjung,” ungkap Nurkholis.
Dengan range harga dari Rp.7 ribu hingga paling mahal Rp.25 ribu membuat Gazebo Corner mulai menjadi tempat tujuan para mahasiswa menghabiskan waktu ataupun beraktivitas di sana.

“Saat ini tengah kita siapkan juga dua tenant yang akan diisi oleh Griya UB dan Kantin UB di sekitar Gazebo Corner ini dimana mereka akan menjual produk kuliner yang harganya lebih murah lagi dari Gazebo Corner. Ada kopi yang dijual hanya Rp.5 ribu dan ada yang jual Soto Sate juga,” ujar pria berkacamata ini.
Keberadaan Gazebo Corner menurut Nurkholis adalah upaya menciptakan tempat-tempat legendaris yang baru, layaknya CL, Griya UB yang sudah cukup melegenda hingga saat ini. (A.Y)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.