Dispenda, BNN gelar Operasi Gabungan Pajak dan Narkotika

banner 468x60

ADADIMALANG – Meskipun Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Malang sudah mencapai target yang memuaskan dan melebihi ekspektasi dengan membukukan sekitar Rp.310 Miliar dari target awal Rp.282 Miliar berikut tambahannya dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2016, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Malang masih terus menjalankan program dan gebrakannya dalam upaya meningkatkan kesadaran para Wajib Pajak (WP) dalam memenuhi kewajibannya meskipun sudah mendekati akhir tahun menjelang “tutup buku”.

Salah satu gebrakannya adalah dengan dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan pajak dengan menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) Sadar Pajak, Sabtu (5/11) malam dengan bersinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Malang dan aparat penegak hukum yang mendatangi tempat-tempat hiburan termasuk cafe dan karaoke yang tersebar di wilayah Kota Malang.

Operasi gabungan yang diberangkatkan dari mapolres malang kota mulai pukul 20.00 WIB ini memberangkatkan puluhan personil dari unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan Negeri, Satpol PP, Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T), Bagian Hukum yang merangkul pihak auditor akuntan publik, Duta Anti Narkoba, Gatra Pajak serta lintas komunitas seperti d’Kross, PPMR, Granat dan Arema Cronus ini terlibat aktif dalam operasi yang digelar hingga Minggu (6/11) dini hari, .

“Kami tak turun sendirian karena melibatkan jajaran samping dan selalu berkoordinasi dengan Forkopimda. Sinergi antar lintas jajaran penting dilakukan, mengingat hal ini sudah menjadi tanggungjawab bersama kami demi menciptakan iklim Kota Malang yang kondusif, warganya taat pajak, tertib administrasi dan tentunya bebas narkoba,” cetus Kepala Dispenda Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT.

Tak sekadar memeriksa pembukuan para WP yang tergolong Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dalam Opsgab ini juga dilakukan tes urine kepada para pengunjung tempat-tempat hiburan malam yang didatangi.

Terhadap pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan langsung dilakukan tindakan tegas mulai sanksi ringan seperti teguran dan ditempeli stiker belum bayar pajak hingga peringatan keras berupa penyegelan serta reklame usahanya digergaji oleh Tim Satgas Reklame Dispenda.

Sedangkan dari hasil tes urine yang dilakukan pihak BNN, mereka yang kedapatan positif mengkonsumsi narkoba bakal langsung diamankan petugas.

“Dalam upaya peningkatan kesadaran perpajakan daerah sekaligus upaya mewujudkan Kota Malang bebas narkoba dengan pemberantasan langsung di tengah masyarakat, maka kami ciptakan operasi gabungan ini bisa sangat efektif. Karena selain menindak para WP bandel, dalam sekali razia sekaligus bisa dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) BNN kepada para pemakai dan pelaku peredaran barang haram,” tegas Ade yang dikenal sebagai tokoh nasional pemuda di Tanah Air.

Pria yang juga dikenal sebagai musisi, tokoh olahraga dan pemersatu lintas komunitas ini berharap Opsgab semacam ini bakal tetap menjadi agenda rutin, tanpa meninggalkan sinergitas yang sudah terjalin dengan baik.

“Tidak harus Dispenda yang menginisiasi. Siapapun yang punya agenda operasi gabungan, kami akan mendukung penuh dan siap terlibat aktif di dalamnya,” lanjut Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

“Harapannya, dengan menjadi agenda rutin dari SKPD maupun instansi terkait, maka ke depannya akan menjadikan Bhumi Arema terasa aman dan nyaman bagi para orangtua yang anak-anaknya sekolah atu kuliah di Malang. Karena diharapkan generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa akan semakin jauh dari pengaruh penyalahgunaan narkoba jika ruang gerak mereka dibatasi dengan adanya operasi-operasi simpatik semacam ini,” tandas pria penghobby trail dan olahraga ekstrem ini.

Pendapat senada diamini Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto. Menurutnya, untuk mengimplementasikan Peraturan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pihaknya tak bisa bekerja sendirian.

“Upaya ini membutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh komponen masyarakat. Termasuk halnya dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum serta jajaran samping. Tak akan berjalan efektif pula jika tanpa dukungan seluruh warga dari segala lapisan masyarakat,” urainya.

Menurut Bambang, dilakukannya operasi simpatik demi upaya pemberantasan peredaran narkoba juga sesuai dengan visi dan misi yang diusung Walikota Malang, HM Anton untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Bermartabat.

“Seperti disampaikan Pak Ade, kami juga ingin memberikan jaminan rasa aman dan nyaman kepada para orangtua yang anak-anaknya bersekolah atau kuliah di Kota Malang. Termasuk menjaga imej positif Kota Malang sebagai Kota Pendidikan yang bebas narkoba demi membentuk generasi muda harapan bangsa,” tukasnya.

Dukungan nyata juga diberikan Paguyuban Persaudaraan Malang Raya (PPMR) yang sedari awal berkomitmen ikut mensukseskan Opsgab Dispenda dan BNN, kaitannya dalam memberantas peredaran narkoba di Malang Raya.

“Sudah pasti kami akan terlibat aktif dalam Opsgab kali ini, karena pada dasarnya PPMR menjadi motor Arek Malang dalam gerakan memerangi narkoba demi mewujudkan Bhumi Arema bebas narkotika dan obat-obatan terlarang!” seru Ketua PPMR, Hadi ‘Bagong’ Slamet.

Support dan apresiasi positif juga hadir dari klub sepakbola Arema Cronus sebagai klub kebanggaan dan pemersatu generasi muda di Malang Raya.

“Kami mengapresiasi dan sangat antusias dengan adanya operasi gabungan ini, karena pada dasarnya Arema Cronus juga turut andil dalam mengkampanyekan dan menghindarkan bahaya narkoba bagi para atlet sepakbolanya,” tutur Manajer Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.

“Karena kebetulan Arema juga membina adik-adik usia remaja melalui Akademi Arema tentang bahaya narkoba dan salah satu solusinya adalah mendistribusikan energi melalui aktifitas sepakbola untuk menjadi pemain yang berkualitas. Mending bal balan daripada bermain narrkoba, dengan sepakbola kita sehat berprestasi,” lugas mantan wartawan ini.

Tak kurang dari 20 objek tempat hiburan menjadi sasaran Opsgab kali ini. Diawali pada Sabtu malam, lalu operasi dilanjutkan Minggu malam, masih dengan sasaran tempat hiburan, mulai dari cafe, restoran, karaoke hingga arena permainan bilyard.

Acungan jempol lantas diberikan Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Abdul Hakim. Menurutnya, digelarnya Operasi Gabungan Sadar Pajak dan Bebas Narkoba ini bakal menghadirkan dampak nyata berupa manfaat positit bagi Kota Malang.

“Ini sinergi yang klop dan jitu. Efeknya bakal sangat mengena, utamanya bagi perekonomian dan pembangunan Kota Malang ke depan. Karena dengan adanya operasi simpatik pemberantasan narkoba, maka akan membatasi ruang gerak peredaran barang-barang haram tersebut. Hal itu tentu menjadi garansi rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat dalam menikmati fasilitas-fasilitas di berbagai tempat hiburan di Kota Malang,” urai politisi PDIP tersebut. (A.Y)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan