4CROWS DIGITAL Resmi Luncurkan Game Bounty Seas
- account_circle Fitri
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- print Cetak

Peluncuran game Bounty Seas oleh 4Crow Digital di kota Malang malam hari tadi (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Studio kreatif berbasis teknologi asal Malang, Jawa Timur, 4CROWS DIGITAL, resmi memperkenalkan gim (game) bergenre anime action role-playing game (ARPG) yakni Bounty Seas di platform Roblox. Peluncuran perdana sekaligus konferensi pers gim ini digelar pada 26 Oktober 2026.
CEO sekaligus Co-Founder 4CROWS DIGITAL, Sandio Dwiko Mustika, menyatakan bahwa perilisan Bounty Seas bukan sekadar peluncuran produk komersial semata, melainkan langkah awal bagi kreativitas lokal Malang untuk menembus ekosistem global. Pihaknya bertekad menghadirkan produk digital yang memiliki identitas, kualitas tinggi, serta mampu bersaing di kancah internasional.
Latar belakang pembuatan gim ini bermula dari keresahan para pendiri yang juga merupakan gamer. Sandio menilai banyak pengembang gim kurang memperhatikan masukan komunitas meskipun pemain telah menginvestasikan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sehingga tercetus gagasan untuk membangun IP (intellectual property) mandiri.

Dari sisi mekanisme permainan, Bounty Seas terinspirasi dari petualangan antar-pulau dalam dunia anime RPG. Pemain dapat menjelajahi area baru, merintis misi, serta menikmati beragam aktivitas penjelajahan yang luas dengan sistem progress awal hingga menengah yang dirancang lebih cepat agar pemain tidak merasa jenuh.
Keunggulan utama yang ditawarkan Bounty Seas dibandingkan gim sejenis adalah sistem perlengkapan yang ramah pemain. Sandio menegaskan bahwa senjata atau pilihan awal pemain dapat terus digunakan hingga tahap akhir permainan tanpa khawatir progres mereka kembali dari nol akibat pembaruan konten (update).
“Jadi update baru-baru hanya kami pastikan itu hanya sekadar variabel atau pilihan player baru, bukan mengkadaluarsakan pilihan mereka sebelumnya,” ujar Sandio.
Pemilihan platform Roblox didasari oleh efisiensi sumber daya bagi studio independen, mengingat pengelolaan server mandiri membutuhkan infrastruktur dan keamanan yang besar. Melalui Roblox, tim pengembang dapat berfokus sepenuhnya pada pengembangan mekanisme gim serta menjangkau komunitas penggemar anime lintas usia.

Demonstrasi permainan Bounty Seas usai peluncuran secara resminyamalam tadi (Foto : Agus Yuwono)
Dalam tahap awal peluncurannya, 4CROWS DIGITAL menetapkan target sebanyak 1.000 concurrent user dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Target tersebut difokuskan untuk memperkenalkan gim ini secara luas kepada masyarakat yang belum mengenal Bounty Seas.
Proses pengembangan Bounty Seas sendiri telah berjalan selama empat bulan terakhir sebagai bagian dari IP internal studio. Ke depan, pengembang berkomitmen menjaga keberlanjutan (sustainability) gim melalui interaksi aktif dan menampung feedback komunitas melalui platform Discord.
“Kami memang ingin memainkan sendiri sehingga saya ajak diskusi rekan-rekan, ternyata keresahan kami sama, game yang kami inginkan juga sama, hingga akhirnya terwujud Bounty Seas ini,” pungkas Sandio menutup pemaparannya. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



