Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) sukses mencatatkan sejarah di dunia pendidikan tinggi Indonesia. FTAB UB secara resmi meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), yang menjadikannya sebagai satu-satunya perwakilan di bawah naungan Kemendikti Saintek yang berhasil meraih prestasi prestisius tersebut.
Pencapaian luar biasa ini merupakan buah dari konsistensi panjang yang dimulai sejak keberhasilan meraih status Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada tahun 2019 silam. Fokus utama dalam transformasi ini adalah efisiensi birokrasi dan transparansi layanan melalui pemanfaatan teknologi terkini.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan ini terletak pada upaya digitalisasi masif untuk menciptakan sistem yang mampu berjalan secara otomatis (auto pilot).
“Salah satu yang kita upayakan adalah melakukan digitalisasi dalam berbagai layanan yang kita laksanakan untuk mengoptimalkan pelayanan yang diberikan. Kita berusaha mendigitalisasi semuanya dan beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi AI,” ujar Prof. Yusuf.
FTAB UB tidak hanya melakukan digitalisasi pada aspek persuratan, tetapi juga menyentuh aspek akademik dan riset yang bersifat inovatif. Salah satu langkah beraninya adalah melakukan sertifikasi terhadap 2.000 mahasiswa dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Hal ini dibarengi dengan pemberian materi etika agar mahasiswa tetap menjunjung tinggi integritas dalam menggunakan teknologi tersebut.
Guna menjaga standar pelayanan publik, FTAB UB kini telah memiliki Unit Layanan Terpadu yang sepenuhnya sesuai dengan standar WBBM, termasuk ketersediaan e-library yang memudahkan akses referensi bagi seluruh civitas akademika.
Prestasi FTAB UB juga tercermin dari kuatnya ekosistem akademik yang dibangun. Fakultas ini merupakan yang pertama memiliki tiga Center of Excellence (COE) sekaligus menghadirkan konferensi internasional khusus mahasiswa yang pertama kali diadakan.
Untuk mendorong kualitas penelitian, FTAB UB menyediakan dana hibah riset khusus bagi mahasiswa. Sementara bagi para dosen, terdapat target ambisius berupa program penulisan jurnal Scopus serta kewajiban menerbitkan satu buku ber-ISBN bagi setiap dosen sebagai bukti profesionalitas dalam berkarya.
Jejaring internasional pun diperkuat melalui program Doctor Global Teaching Fellowship, di mana seluruh dosen FTAB didorong untuk mampu mengajar di kampus-kampus luar negeri. Tak hanya itu, fakultas ini juga memelopori terbentuknya dua asosiasi internasional serta rutin melakukan benchmarking ke perguruan tinggi top dunia menggunakan bantuan AI untuk merancang program-program baru yang belum ada sebelumnya.
FTAB UB juga membuktikan produktivitasnya melalui pembangunan corporate laboratory pertama dan penerbitan buku inovasi yang merangkum hasil pemikiran para Guru Besar dan Doktor. Rentetan inovasi inilah yang kemudian membawa FTAB UB melampaui standar birokrasi biasa dan menjadi teladan bagi fakultas lain di seluruh Indonesia.
“Intinya kita ingin terus memberikan pelayanan yang prima dan memiliki banyak kegiatan yang sifatnya kebaruan guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” pungkas Prof. Yusuf. (A.Y)
