Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebanyak 13 mahasiswa asal Jepang dari Kanda University resmi mengikuti Program Sakura di kampus STIE Malangkuçeçwara. Pembukaan program Sakura angkatan ke-27 ini dilaksanakan di Ruang H STIE Malangkuçeçwara pagi tadi, Senin (16/02/2026).
Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa Jepang tersebut akan tinggal di Kota Malang untuk mempelajari bahasa Indonesia, tradisi, serta ragam budaya Nusantara melalui Indonesian Studies Program.
Koordinator Indonesian Studies Program (ISP) STIE Malangkuçeçwara yakni Suprapti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peserta Program Sakura tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Sebenarnya mahasiswa yang berminat mengikuti program Sakura di kampus STIE Malangkuçeçwara ini cukup banyak sekitar lebih dari 32, tetapi karena beberapa waktu lalu di Indonesia sempat terjadi kerusuhan akhirnya banyak orang tua mahasiswa Jepang yang tidak menyetujui anak-anak mereka mengikuti program Sakura di Indonesia,” ungkap Suprapti.
Tahun ini, Program Sakura mengusung tema ‘Jelajah Indonesia’, dimana melalui tema tersebut maka peserta diharapkan tidak hanya mengenal Malang, tetapi juga memahami keragaman budaya Indonesia secara lebih luas.
“Setelah mengikuti progran ini, harapannya mereka akan mau melihat Indonesia lebih banyak lagi karena Indonesia itu tidak hanya di Malang saja,” lanjut Suprapti.
Meski jumlah peserta menurun, Suprapti menegaskan hubungan kerja sama antara STIE Malangkuçeçwara dan Kanda University justru semakin kuat. Saat ini, tercatat 19 mahasiswa STIE Malangkuçeçwara telah dikirim ke Jepang, dan satu mahasiswa masih menjalani studi di Kanda University.

Dalam sambutannya, Ketua STIE Malangkuçeçwara, yang hadir secara langsung yakni Drs. Bunyamin, MM., Ph.D., juga menyampaikan apresiasinya atas konsistensi program dan kerjasama dua kampus dari dua negara tersebut.
“Alhamdulillah tetap masih ada yang datang untuk mengikuti program Sakura dan ini menunjukkan bahwa komitmen antara Kanda University dengan STIE Malangkuçeçwara begitu dasyat dengan sama-sama tetap menjaga komitmen mengirim peserta untuk mengikuti program Sakura dan juga pertukaran mahasiswa,” ungkap Bunyamin.

Menariknya, pelaksanaan Program Sakura tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Kondisi ini memberikan pengalaman berbeda bagi para mahasiswa asal Jepang yang akan menyaksikan langsung suasana ibadah puasa di Kota Malang.
“Ya nanti selain mereka belajar tentang bahasa dan budaya Indonesia, para mahasiswa dari Jepang ini akan mengetahui dan mempelajari tradisi dan suasana ramadhan di Malang. Jadi ini cukup berbeda dengan Sakura biasanya, dan ini juga tantangan bagi kami sebagai pelaksana program,” jelas Suprapti.
Dengan kedatangan peserta dari Jepang tersebut, pihak kampus STIE Malangkuçeçwara berharap para mahasiswa dapat menjadi duta budaya setelah kembali ke negaranya.
Harapannya, pengalaman selama di Malang dapat mendorong semakin banyak mahasiswa Jepang untuk datang dan mempelajari bahasa serta budaya Indonesia secara langsung. (A.Y)
Video :
