Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Langkah besar diambil Universitas Widya Gama Malang dalam menandai usianya yang ke 55 tahun. Kampus yang juga dikenal dengan akronim UWG ini secara resmi memulai implementasi ISO 21001:2018 sebagai komitmen nyata bertransformasi menjadi institusi pendidikan berstandar global.
Pengumuman strategis ini menjadi salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan Rapat Terbuka Senat yang digelar sore hari tadi, Selasa (24/02/2026).
Momentum Dies Natalis kali ini bukan sekadar perayaan angka, melainkan tonggak sejarah bagi UWG untuk memperkuat reputasi dan kualitas tata kelola di level internasional.
Rektor UWG, Dr. Anwar, SH., M.hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan ISO 21001:2018 merupakan instrumen penting untuk menjamin mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, standar ini akan menyelaraskan visi misi kampus dengan operasional harian, sehingga kepuasan mahasiswa dan efisiensi administrasi dapat tercapai secara maksimal.
“Perjalanan 55 tahun ini adalah hasil kerja kolektif. Mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga petugas keamanan dan juru parkir, semuanya memiliki peran dalam fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu,” ujar Dr. Anwar di hadapan ratusan civitas akademika dan tamu undangan.

Selain peluncuran standar ISO, acara ini juga diwarnai dengan penyerahan Buku Karya Teknologi yang menjadi bukti nyata hilirisasi riset para dosen UWG. Inovasi ini diharapkan tidak berhenti di perpustakaan, tetapi mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat luas.
Sisi kemanusiaan juga tetap menjadi prioritas di tengah kemeriahan acara, dimana sebagai bentuk empati terhadap bencana alam yang menimpa wilayah Sumatera dan Aceh maka Rektor Universitas Widya Gama menyalurkan bantuan sebesar Ro.52 juta melalui LAZISMU hasil donasi civitas akademika UWG.

Berbagai terobosan atau inovasi dan juga pencapaian UWG saat ini, mendapat apresiasi dari Ketua YPPI Widya Gama Malang, Prof. H. A. Mukhtie Fadjar yang menyampaikan sekilas sejarah panjang institusi UWG yang bermula dari akademi, kemudian sekolah tinggi, hingga menjadi universitas pada tahun 1985.
“Beberapa pengembangan yang sempat stagnan kini mulai menunjukkan terobosan dan inovasi baru. Kami dari pihak yayasan sangat mengapresiasi capaian yang berhasil diraih saat ini,” ungkap Prof. Mukhtie Fadjar.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi internal, manajemen universitas juga memberikan penghargaan kepada para doktor baru, dosen, karyawan, serta organisasi mahasiswa yang telah mengharumkan nama kampus. Langkah ini diharapkan mampu memicu semangat transformasi yang selaras dengan tema besar tahun ini, yaitu Kampus Unggul Berwawasan Global. (A.Y)
