Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Program angkutan gratis bagi pelajar di Kota Malang mulai memasuki tahap persiapan. Dinas Perhubungan Kota Malang berencana membuka rekrutmen sopir angkutan kota pada pertengahan Januari 2026 untuk mendukung operasional layanan tersebut.
Program ini mendapat dukungan dari DPRD Kota Malang. Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah yang melibatkan sopir angkot dalam program transportasi gratis bagi pelajar.
Menurut Trio Agus, kebijakan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat membantu menghidupkan kembali peran angkutan kota sebagai bagian dari transportasi publik di Kota Malang.
“Selain untuk membantu merevitalisasi peran angkot dalam transportasi publik, ini juga nanti akan membantu mengurangi kemacetan di kota Malang,” ujar Trio Agus.
Pemerintah Kota Malang menyiapkan sekitar 80 sopir untuk menjalankan layanan angkutan gratis tersebut. Untuk mendukung operasionalnya, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.

Program ini juga dirancang sebagai pengumpan bagi layanan bus TransJatim yang selama ini mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan skema tersebut, angkot diharapkan dapat menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur transportasi utama.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menjelaskan bahwa proses seleksi sopir akan dilakukan melalui koperasi yang telah dibentuk sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan selama proses rekrutmen berlangsung.
“Target kami rekrutmen bisa dimulai paling lambat pertengahan Januari. Kami tetap melakukan pengawasan saat proses seleksi,” terang Widjaja.
Dalam pelaksanaannya, Dishub juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon sopir yang akan bertugas. Standar ini diberlakukan untuk menjaga kualitas layanan transportasi bagi pelajar mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain kondisi kesehatan jasmani dan rohani, memiliki SIM A umum, serta komitmen untuk tidak merokok selama bertugas mengemudikan kendaraan.
Dengan adanya program angkutan gratis tersebut, Trio Agus berharap kebijakan ini dapat menjawab beberapa persoalan transportasi di Kota Malang. Selain mengurangi kemacetan di jalan raya, program ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali peran angkutan kota dalam sistem transportasi publik. (Red)
