Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan kegiatan kerja bakti massal (korve) bukanlah program baru bagi Kota Malang. Gerakan tersebut telah berjalan sejak akhir 2025, setelah peristiwa banjir yang sempat viral dan dikaitkan dengan persoalan sampah di sejumlah titik Kota Malang.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., mengatakan kegiatan korve sudah dilaksanakan jauh sebelum adanya instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah menggalakkan kerja bakti massal untuk mengatasi persoalan kapasitas sampah di berbagai wilayah.
“Sebenarnya sebelum Pak Prabowo menginstruksikan korve, kami sudah melaksanakan kerja bakti massal. Semua RT-RW di kota Malang juga kerja bakti,” ujar Wahyu Hidayat, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, kerja bakti yang melibatkan perangkat wilayah mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan tersebut telah memberikan dampak nyata. Terutama ketika Kota Malang menghadapi cuaca ekstrem pada awal tahun 2026.
“Akhirnya ketika sekarang ada cuaca ekstrem, aliran air bisa lancar, tidak ada banjir dan lain-lain,” imbuh pria yang akrab disapa Pak Mbois ini.
Peristiwa banjir yang terjadi pada awal Desember 2025 lalu tercatat berdampak pada 39 titik di Kota Malang. Dari hasil evaluasi, sampah menjadi penyebab utama terjadinya genangan air selain adanya bangunan yang berdiri di atas saluran drainase.
Menurut Wahyu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah memiliki pengaruh besar terhadap sistem aliran air di perkotaan.
“Karena dari kejadian itu, kita bisa lihat paling banyak itu sampah. Semua ada bukti videonya. Dari situ kami sudah langsung memerintahkan mulai Ketua RT-RW, lurah, camat, semuanya untuk kerja bakti massal. Sudah kami lakukan,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Malang memastikan kegiatan korve akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.
“Sekarang juga sudah menjadi kesadaran bagi masyarakat Kota Malang, membuang sampah harus pada tempatnya. Mereka sudah merasakan dampaknya di akhir tahun kemarin,” kata Wahyu.
Kegiatan kerja bakti massal yang direncanakan akan dilaksanakan dua kali dalam sepekan ini akan diperkuat melalui pembuatan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden terkait pengelolaan sampah di daerah. (Red)
