Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kota yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengajukan konsep penataan dua kawasan strategis kepada Bank Dunia. Dalam proposal yang diajukan tersebut, sejumlah program masuk dalam skema pengembangan mulai dari penataan pedagang kaki lima, penyediaan kantong parkir hingga pembangunan skywalk.

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyampaikan bahwa konsep pengembangan kawasan tersebut telah disampaikan kepada pihak Bank Dunia dalam tahap awal pembahasan.

“Konsepnya secara keseluruhan sudah kami sampaikan kepada pihak Bank Dunia,” ujar Wahyu Hidayat, Sabtu (21/02/2026).

Dua kawasan yang diusulkan dalam program tersebut meliputi kawasan terintegrasi Kayutangan Heritage, Alun Alun Merdeka hingga Stasiun Kotabaru. Selain itu, kawasan Soekarno Hatta (Soehat) juga masuk dalam proposal yang diajukan. Menurut Wahyu, kedua kawasan tersebut dirancang dengan karakter yang berbeda namun tetap berada dalam satu prinsip penataan kota yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Dalam konsep yang diajukan, Pemkot Malang menekankan pentingnya pengaturan zona parkir agar tidak lagi memicu kemacetan maupun kesemrawutan di kawasan tersebut. Selain itu penataan pedagang kaki lima juga menjadi perhatian utama agar pelaku usaha kecil tetap memiliki ruang usaha yang layak.

“Supaya nanti tidak ada lagi persoalan PKL tidak ada tempat untuk berusaha,” tegas Wahyu.

Selain penataan PKL dan parkir, rencana pembangunan skywalk juga menjadi bagian dari proposal yang diajukan, khususnya di kawasan Soehat. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas pejalan kaki sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan.

“Meski sama sama mengusung konsep skywalk, masing masing kawasan tetap akan mempertahankan identitasnya. Kawasan Soehat dirancang dengan konsep yang lebih modern, sementara kawasan Kayutangan Heritage akan tetap mengusung nuansa kolonial yang selama ini menjadi ciri khasnya,” ungkap Wali Kota Wahyu.

Kawasan Soekarno Hatta Kota Malang yang akan diwujudkan menjadi kawasan skywalk dengan desain lebih modern
Kawasan Soekarno Hatta Kota Malang yang akan diwujudkan menjadi kawasan skywalk dengan desain lebih modern

Dalam diskusi awal dengan pihak Bank Dunia, Wali Kota Wahyu menyebut gagasan tersebut mendapat respons positif. Salah satu hal yang dinilai menarik adalah pendekatan baru dalam pengembangan ikon wisata kota.

Jika sebelumnya ikon wisata hanya terpusat di satu titik, konsep yang ditawarkan Pemkot Malang justru menyebarkan daya tarik wisata dalam sistem kawasan yang lebih luas.

Pemerintah Kota Malang berharap jika proposal tersebut mendapat persetujuan, dukungan dari Bank Dunia dapat mempercepat realisasi penataan kawasan sekaligus memperkuat infrastruktur kota. Langkah ini juga dinilai penting karena Kota Malang saat ini telah masuk dalam usulan Kota Metropolitan Baru dari Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (Red)