Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan proses relokasi pedagang Pasar Induk Gadang rampung pada bulan Maret 2026 mendatang. Kepastian relokasi ini menjadi syarat utama dimulainya proyek perbaikan jalan di kawasan tersebut yang memiliki nilai anggaran Rp14,9 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung progres pembangunan lokasi relokasi pedagang Pasar Induk Gadang hari ini, Senin (23/02/2026).
“Hari ini saya mengecek progres lokasi relokasi Pasar Induk Gadang, karena saat itu pedagang sudah berjanji setelah Lebaran Idul Fitri 2026 ini pedagang akan segera pindah. Ini harus saya pastikan,” ujar Wahyu Hidayat di sela kunjungan.
Menurutnya, realisasi proyek perbaikan jalan sangat bergantung pada kesiapan lahan di sisi selatan pasar. Dana Alokasi Khusus yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat baru dapat diproses ke tahap lelang apabila area pasar lama telah dikosongkan sepenuhnya.
“DAK yang sudah ditetapkan untuk pembangunan perbaikan jalan di Pasar Gadang ini hanya menunggu kesiapan lahan saja. Kalau lahannya yang sekarang ini sudah terbongkar, pindah semua ke sini, baru nanti akan proses pelelangannya,” tegasnya.
Wahyu menjelaskan anggaran sebesar Rp14,9 miliar tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas jalan di kawasan Pasar Gadang yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena kemacetan serta kondisi infrastruktur yang kurang memadai.
Dalam desain pembangunan, jalan di kawasan tersebut akan dibuat dua jalur dengan median di tengah. Trase jalan juga akan diluruskan dan diintegrasikan dengan jembatan yang sudah ada untuk memperlancar arus lalu lintas di wilayah selatan Kota Malang.
Terkait perkembangan relokasi pedagang, Wali Kota Wahyu memastikan pembangunan lapak di lokasi baru ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri 2026. Saat ini pembangunan di sisi timur telah rampung, sementara sisi barat masih dalam tahap penyelesaian.
“Kita lihat sendiri, yang sebelah timur sudah selesai, tinggal yang sebelah barat. InshaAllah sebelum Idul Fitri sudah selesai,” katanya.
Pemerintah Kota Malang menjadwalkan proses pemindahan pedagang dimulai pada H+7 Idul Fitri 2026. Seluruh pedagang ditargetkan sudah menempati lokasi relokasi paling lambat pada Maret 2026 agar pembongkaran area lama bisa segera dilakukan.
“Maret itu harus sudah pindah semua,” kata Wahyu.
Ia juga menjelaskan pembangunan tempat relokasi dilakukan secara swadaya oleh pedagang, sementara pemerintah kota memfasilitasi penyewaan lahan sebagai lokasi sementara.
“Pembangunan tempat relokasi ini murni swadaya pedagang, kami memberikan fasilitasi menyewakan lahan untuk relokasinya. Karena saat itu mereka memilih swadaya sendiri dibanding pindah ke Terminal Hamid Rusdi,” jelasnya.
Sementara itu mendampingi kunjungan Wali Kota Malang, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Dr. Eko Sri Yuliadi,S.Sos., M.M., menambahkan lebih dari 1.200 pedagang akan menempati lokasi relokasi tersebut. Saat ini progres pembangunan area relokasi telah mencapai sekitar 55 persen.
“Kami berharap sesuai instruksi Pak Wali, akhir Maret nanti sudah pindah ke sini semua. Karena lahannya eksisting akan digunakan untuk perbaikan jalan,” kata Eko. (Red)
