Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dengan tujuan membedah potensi kontribusi sektor swasta dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Malang,

Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Malang menggelar diskusi serial pada pagi hari tadi, Rabu (13/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting Resto 52 Kota Malang ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, pengusaha, hingga awak media.

Diskusi ini merupakan bagian dari penguatan program Desa Sehat yang telah dijalankan oleh PATTIRO Malang sejak tahun 2025, dimana program tersebut secara resmi dimulai setelah adanya penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Bupati Malang pada 27 Agustus 2025.

Dalam paparannya, Program Manajer Desa Sehat PATTIRO Malang, Asiswanto menjelaskan bahwa efektivitas peningkatan kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kerja sama antar berbagai elemen. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang diharapkan dapat menyumbangkan ide dan pengalaman untuk mewujudkan tujuan program.

Program Desa Sehat ini difokuskan pada peningkatan taraf kesehatan ibu dan anak melalui upaya kolaborasi multi pihak, sekaligus meningkatkan kesehatan reproduksi remaja melalui edukasi dan pencegahan perkawinan anak.

“Sejak dijalankan, program ini telah membuahkan hasil nyata dengan berhasil mendorong terbitnya Peraturan Kepala Desa (Perkades) mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang kini telah dimiliki oleh seluruh desa terkait,” tegas Asiswanto.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, para peserta mengeksplorasi peran sektor swasta, salah satunya melalui dukungan terhadap kebun gizi di desa-desa. Keterlibatan sektor usaha dalam merawat kebun gizi di desa-desa menjadi salah satu bentuk intervensi strategis bagi keluarga yang memiliki risiko stunting.

“Diskusi kali ini merupakan pembuka dari rangkaian serial diskusi yang akan digelar kembali beberapa kali lagi, dimana harapan besarnya adalah terciptanya solusi agar pemanfaatan kebun gizi dapat tepat sasaran melalui penyatuan visi dari berbagai pemangku kepentingan yang ada di desa,” ungkap Jaduk Dananjaya selaku Field Officer PATTIRO Malang.

Melalui keterlibatan aktif berbagai pihak, diharapkan semua pemangku kepentingan dapat bersatu sehingga keberlanjutan program Desa Sehat dapat terus terjaga demi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Malang, khususnya kesehatan ibu dan anak (Red)