Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Memperingati hari jadinya yang ke-44, Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) kembali menegaskan komitmennya dalam dunia penelitian terapan. Melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), kampus vokasi ini resmi membuka gelaran Expo Hasil Riset dan Inovasi 2026 di Graha POLINEMA mulai pagi hari ini, Rabu (20/05/2026).
Ajang bergengsi ini mengusung tema “Penguatan Ekosistem Inovasi Melalui Kekayaan Intelektual dan Kolaborasi untuk Percepatan Hilirisasi Hasil Riset”, dimana melalui tema tersebut, POLINEMA ingin menyediakan ruang strategis yang mempertemukan langsung produk inovasi akademisi dengan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Dalam laporannya, Kepala P3M POLINEMA, Prof. Dr. Ir. Ratna Ika Putri, S.T., M.T., menjelaskan bahwa expo ini merupakan ajang tahunan yang efektif untuk mempromosikan hasil pemikiran dosen dan mahasiswa kepada publik. Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini dirancang sebagai jembatan komunikasi lintas sektor.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperluas komunikasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat agar hasil riset tidak berhenti di kampus saja, tetapi bisa benar-benar dimanfaatkan secara nyata melalui pengembangan jejaring kemitraan,” jelas Prof. Dr. Ir. Ratna Ika Putri, S.T., M.T.

Guna menghidupkan ekosistem inovasi tersebut, penyelenggara mengemas acara dengan serangkaian agenda yang padat dan variatif. Pada hari pertama, rangkaian expo diisi dengan pameran produk yang melibatkan mitra industri, sepuluh perguruan tinggi sejawat, serta lebih dari 20 karya inovasi unggulan dari internal POLINEMA. Selain itu, digelar pula talkshow interaktif yang membedah strategi hilirisasi riset, perlindungan kekayaan intelektual, serta kemitraan strategis dengan dunia usaha.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan akan bergeser pada penguatan legalitas inovasi melalui seminar strategi perlindungan kekayaan intelektual. Momen ini juga akan ditandai dengan penyerahan surat paten secara resmi dari Kementerian Hukum kepada POLINEMA, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra industri baru.
Sisi menarik lain yang mencuri perhatian dalam expo tahun ini adalah digelarnya kompetisi robot line follower. Perlombaan ini diikuti oleh lebih dari 20 peserta dari jenjang SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Prof. Ratna mengaku sangat bangga karena kompetisi teknologi ini juga diikuti oleh peserta difabel.
Keterlibatan kelompok disabilitas tersebut menjadi bukti nyata bahwa POLINEMA senantiasa menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan kesetaraan, memastikan bahwa panggung inovasi dan teknologi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan pembukaan expo hasil riset POLINEMA masih tengah berlangsung. (A.Y)
