Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Implementasi program inkubasi teknologi kecerdasan buatan di ranah akademik terus menunjukkan capaian yang positif.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan bahwa pelaksanaan agenda workshop ketiga Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) kali ini telah memperlihatkan adanya kemajuan pengerjaan sistem yang cukup signifikan.
“Rencananya nanti juga masih akan ada workshop terakhir yang keempat, sehingga nanti sudah ada produk yang bisa kita evaluasi bersama berkaitan dengan Sekolah Rakyat dan bantuan sosial dari Kementerian Sosial,” jelas Tri Astoto Kurniawan.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan kegiatan AITF batch 2 di FILKOM UB, Tri Astoto Kurniawan mengaku terus memantau dan mencermati secara mendalam setiap dinamika teknis di dalam ruang workshop.
Menurutnya salah satu fase krusial yang saat ini tengah berjalan adalah proses penyelarasan atau sinkronisasi persepsi secara objektif antara apa yang dibutuhkan oleh pihak klien selaku pengguna dengan apa yang dipahami serta diaplikasikan oleh para mahasiswa selaku tim pengembang perangkat lunak.
Lebih lanjut, Tri Astoto Kurniawan menambahkan bahwa kehadiran para instruktur ahli dari berbagai lini industri sebagai pemateri utama telah memberikan paparan pengalaman atau exposure yang sangat berharga bagi peningkatan kompetensi mahasiswa. Faktor pendukung inilah yang membuat manajemen Filkom UB berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi dan mendukung kegiatan strategis sejenis AITF.
“Filkom UB dengan potensi hasil proyek mahasiswa ini harapannya tidak berhenti setelah program ini selesai. Tentu masih banyak potensi yang bisa ditindaklanjuti karena memang AITF ini prosesnya terbatas hanya 4 bulan yang tentunya tidak mencukupi untuk bisa menyelesaikan semuanya. Nah sisanya itulah yang menjadi potensi untuk kita kolaborasi berkelanjutan ke depan,” urai Tri Astoto Kurniawan.
Menurut pandangannya, sisa pengerjaan dan pengembangan fitur lanjutan dari aplikasi kecerdasan buatan ini dapat dikonversi menjadi sebuah peluang akademis yang besar. Berbagai potensi proyek yang masih terbuka lebar tersebut sangat memungkinkan untuk diadopsi menjadi materi utama dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi bagi mahasiswa Filkom UB, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang tinggi bagi portofolio lulusan.
“Kami berharap bahwa program AITF ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak yang signifikan, terutama untuk membantu menyesuaikan permasalahan perubahan bangsa dan negara kita umumnya sekalian. Dan kami juga sudah melakukan penjajakan untuk use case semester depan dengan Komdigi, karena memang kita sudah punya PKS hingga 2026 akhir ini yang ada kemungkinan akan diperpanjang jika memberikan dampak yang sangat signifikan untuk penyelesaian masalah-masalah kita bersama,” pungkas Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. (A.Y)
