~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Realisasikan Hilirisasi Inovasi, FTP UB Berangkatkan 828 Mahasiswa Beri Solusi Dengan Karya Inovasi Teknologi Untuk Masyarakat Tulungagung

Realisasikan Hilirisasi Inovasi, FTP UB Berangkatkan 828 Mahasiswa Beri Solusi Dengan Karya Inovasi Teknologi Untuk Masyarakat Tulungagung

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada 45 kelompok yang menciptakan 45 karya inovasi sebagai solusi permasalahan warga desa dan UMKM di Kabupaten Tulungagung.

ADADIMALANG.COM | Kampus UB – Sebanyak  828 orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universistas Brawijaya (FTP UB) secara resmi diberangkatkan menjalankan program Mahasiswa MembangunDesa (MMD) di lapangan Rektorat UB pagi tadi, Sabtu (06/07/2024).

“Dalam acara pelepasan mahasiswa dalam program Mahasiswa Membangun Desa FTP UB dengan tagline Satu Desa Satu Karya Inovasi ini saya ingin menyampaikan rasa bangga dan apresiasi saya kepada 828 mahasiswa yang terbagi dalam 45 kelompok yang telah aktif mengikuti program MMD FTP UB ini. Program MMD FTP UB telah dimulai sejak bulan April 2024 lalu hingga akhir bulan Juli 2024 ini merupakan salah satu kegiatan yang menjadi wujud kerjasama FTP UB dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung,” jelas Wakil Dekan I Bidang Akademik 1 FTP UB, Endrika Widyastuti, SPt., M.Sc., MP., PhD., dalam sambutannya mewakili Dekan FTP UB.

Dihadirkannya 45 karya inovasi teknologi tepat guna tersebut menurut Endrika menjadi wujud hilirisasi berbagai inovasi teknologi Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Teknologi Pertanian UB untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat yang ditemukan oleh para mahasiswa peserta program MMD kali ini.

Pelepasan mahasiswa peserta program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) di lapangan Rektorat UB pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
Pelepasan mahasiswa peserta program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) di lapangan Rektorat UB pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)

“Jadi pada bulan April lalu sudah ada komunikasi antara mahasiswa dan warga masyarakat di desa baik perangkat ataupun masyarakatnya dan juga UMKM terkait permasalahan yang dihadapi dan membutuhkan solusi dari perguruan tinggi. Saat ini para mahasiswa akan diberangkan untuk melakukan sosialisasi dan juga penerapan inovasi teknologi yang berhasil diciptakan para mahasiswa,” ungkap Wakil Dekan I FTP UB ini.

Dalam program MMD ini, FTP UB juga akan menggelar kegiatan Expo Inovasi Teknologi dan penandatanganan kerjasama (MoA) dengan delapan Dinas dan 45 desa di Kabupaten Tulungagung pada tanggal Sembilan Juli 2024 di pendopo Kabupaten Tulungagung.

“Kami berharap setiap desa yang akan dikunjungi para mahasiswa FTP UB ini akan mendapatkan sentuhan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, mengingat parfa mahasiswa ini merupakan agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tukas Endrika Widyastuti.

Pemberangkatan mahasiswa FTP UB untuk mengikuti program MMD dengan konsep hilirisasi inovasi teknologi tersebut mendapat apresiasi positif dari Wakil Rektor bidang Akademisi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. yang menegaskan jika kegiatan MMD dengan konsep hilirasi inovasi teknologi tersebut merupakan yang pertamakali dilaksanakan di kampus Universitas Brawijaya.

“Kegiatan PKM yang terintegrasi sebagai program MMD ini luar biasa karena bukan saja para mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) saja tetapi dalam prosesnya juga melahirkan produk-produk inovasi yang diimplementasikan untuk menjawab persoalan-persoalan di pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Mahasiswa dibimbing dosen untuk menghasilkan produk-produk inovasi yang terintegrasi dengan kegiatan PKM di Desa lokasi kegiatan,” ungkap Wakil Rektor bidang Akademik UB.

Wakil Rektor bidang Akademisi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. mengapresiasi pelaksanaan Program mahasiswa MembangunDesa (MMD) Fakultas Teknologi Pertanian UB (Foto : Agus Yuwono)
Wakil Rektor bidang Akademisi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. mengapresiasi pelaksanaan Program mahasiswa MembangunDesa (MMD) Fakultas Teknologi Pertanian UB (Foto : Agus Yuwono)

“Kalau yang dilakukan secara terstruktur, sistematif dan masif seperti ini rasanya baru pertama kali ini dilaksanakan, jadi ini sangat luar biasa menurut saya. Tagline Satu Desa Satu Karya Inovasi ini satu tagline yang sangat bagus mudah-mudahan nanti bermanfaat bagi masyarakat di desa sehingga menjadi bagian kontribusi dari FTP UB dan Universitas Brawijaya untuk masyarakat sebagai wujud hilirisasi inovasi dan teknologi perguruan tinggi,” pungkasnya.

Ditemui sebelum pemberangkatan, salah satu kelompok mahasiswa yang akan diberangkatkan adalah kelompok 22 yang akan diberangkatkan ke desa Gondosuli Kabupaten Tulungagung.

“Jadi problem masyarakat di sana itu adalah pakan ternak ikan Lele yang sangat mahal, meskipun mereka telah memiliki alat untuk membuat pakan namun pakan yang dihasilkan itu tenggelam dan akan mempengaruhi kualitas air dan kolam tempat pembudidayaan ikan Lele tersebut,” ungkap salah satu Dosen Pembimbing Lapang Kelompok 22 FTP UB, Suprayogi, STP., MP., PhD.

Dengan permasalahan yang telah diketahui tersebut, kelompok 22 mahasiswa FTP UB ini dibimbing oleh Prof. Ir. Harijono, M.App.SC., PhD., Suprayogi, STP., MP., PhD dan Dr. Panji Deoranto, STP., MP. akhirnya berhasil menciptakan alat berupa mesin pembuat pelet ikan terapung.

Salah satu Kelompok Mahasiswa MembangunDesa (MMD) FTP UB yakni Kelompok 22 menciptakan inovasi mesin penghasil Pelet Terapung untuk solusi masyarakat peternak Ikan Lele di Gondosuli Tulungagung (Foto : Agus Yuwono)
Salah satu Kelompok Mahasiswa MembangunDesa (MMD) FTP UB yakni Kelompok 22 menciptakan inovasi mesin penghasil Pelet Terapung untuk solusi masyarakat peternak Ikan Lele di Gondosuli Tulungagung (Foto : Agus Yuwono)

“Selain pakan ikan (pelet) tersebut dapat terapung sehingga dapat meminimalisir pencemaran air kolam, yang kedua mesin ini dapat memberikan efisiensi harga yang lebih murah karena pakan yang dihasilkan ini menggunakan bahan-bahan lokal seperti limbah olahan ikan dari salah satu UMKM Perikanan di desa itu dan juga  jagung  lokal dan dedak yang ada di desa tersebut,” ujar Suprayogi.

Jika dibandingkan dengan harga pakan ikan yang dijual di pasaran produk pabrikan, budget pembuatan pakan ikan (pelet) terapung karya mahasiswa FTP UB ini akan jauh lenbih hemat hingga 30 persen.

Pemberangkatan mahasiswa program MMD FTP UB ini dilaksanakan dengan penyerangan identitas peserta program MMD FTP UB dan penyerahan salah satu mesin karya inovasi mahasiswa FTP UB oleh WakilRektor I Universitas Brawijaya. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono
expand_less