Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi kemaslahatan masyarakat luas. FILKOM UB menggelar workshop ketiga dalam rangkaian program Artificial Intelligence Talent Factory batch dua mulai pagi hari tadi, Senin (08/06/2026).
Pelaksanaan agenda strategis yang dilaksanakan ini merupakan hasil sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi RI) kali ini difokuskan menyelesaikan berbagai program aplikasi terapan yang dirancang khusus untuk memberikan manfaat langsung bagi problematika di tengah masyarakat.
Ditemui usai pembukaan kegiatan, Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa pelaksanaan program pada tahun ini diarahkan untuk menyelesaikan dua kasus utama (use case) secara spesifik. Kasus pertama berfokus pada ekosistem Sekolah Rakyat untuk menciptakan fitur pelengkap proses pembelajaran berbasis AI, sedangkan kasus kedua diarahkan pada sistem pemetaan tingkat kemiskinan guna mendukung program pemberian bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Jadi program di AITF ini kita coba untuk di setiap workshop mampu menyelesaikan program untuk suatu permasalahan. Di workshop tiga kali ini kita mencoba melihat sejauh mana peserta mampu menyelesaikan progress terkait dengan dua use case tadi. Sejauh ini progressnya mungkin sudah mencapai 75 persen,” urai Sabriansyah Rizqika Akbar.
Menurut pria yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana AITF ini menyampaikan pihak fakultas menaruh harapan besar agar seluruh produk sistem teknologi digital yang tengah dikembangkan ini dapat tuntas sepenuhnya pada akhir bulan ini. Karena rencananya panitia akan menggelar workshop keempat pada tanggal 29 dan 30 Juni 2026 mendatang sebagai fase finalisasi penutupan program secara menyeluruh.
Keberhasilan program inkubasi teknologi ini sebenarnya telah teruji sejak pelaksanaan gelombang sebelumnya. Pada batch pertama, kolaborasi tim peneliti berhasil menuntaskan beberapa program penting, termasuk pembuatan platform aplikasi mutakhir yang dirancang untuk mengantisipasi dan mendeteksi aktivitas judi online secara masif.
“InshaAllah kita menunggu sebetulnya kabar baik bahwa aplikasi tersebut sedang dalam proses untuk akan diimplementasikan meskipun untuk dipergunakan secara langsung itu membutuhkan uji coba tambahan,” kata Sabriansyah Rizqika Akbar.
Terkait pengembangan proyek Sekolah Rakyat, perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan ini diproyeksikan mampu mempermudah tugas fungsional para tenaga pendidik. Melalui aplikasi ini, para guru yang telah memiliki materi ajar dasar dapat secara otomatis menyusun bank soal, instrumen evaluasi, serta memanfaatkan berbagai fitur inovatif lainnya yang terintegrasi guna mendukung sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Rakyat secara berkelanjutan. (A.Y)
