STIE Malangkucecwara Integrasikan Coursera ke Perkuliahan, Perluas Akses Mahasiswa ke Pembelajaran Global
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran di ruang kelas. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif, mahasiswa dituntut mampu mengakses pengetahuan global serta menguasai metode pembelajaran yang lebih aplikatif.
Menjawab tantangan tersebut, STIE Malangkuçeçwara mengintegrasikan platform pembelajaran internasional Coursera ke dalam sistem akademik kampus. Platform tersebut tidak diposisikan sebagai sarana belajar tambahan, melainkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Melalui Coursera, mahasiswa memperoleh akses terhadap berbagai materi dari universitas-universitas terkemuka dunia. Proses pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan berbasis studi kasus sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis berbagai persoalan nyata yang dihadapi dunia industri.
Setiap materi juga dilengkapi sistem evaluasi modular yang mengharuskan peserta menyelesaikan pengujian pada setiap tahapan pembelajaran sebelum melanjutkan ke materi berikutnya. Skema tersebut dinilai mampu membangun pemahaman yang lebih mendalam sekaligus meningkatkan kemampuan analitis mahasiswa.
Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., M.M., CA., AFA., mengatakan integrasi Coursera memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
“Mahasiswa memperoleh kesempatan belajar dari berbagai universitas di luar negeri, membandingkan metode pembelajaran, sekaligus memperluas wawasan akademiknya,” ujarnya.
Menurut Kadarusman, hasil pembelajaran yang diperoleh melalui Coursera juga dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga tetap terintegrasi dengan kurikulum yang diterapkan di kampus.
Ia menjelaskan, pemanfaatan platform pembelajaran global tersebut menjadi bagian dari strategi STIE Malangkuçeçwara dalam memperkuat hard skill maupun soft skill mahasiswa. Selain meningkatkan kompetensi akademik, mahasiswa juga diperkenalkan dengan standar pembelajaran internasional yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Efektivitas pendekatan tersebut tercermin dari capaian salah satu lulusan terbaik STIE Malangkuçeçwara, Arsyelia Gantari. Pada semester gasal Tahun Akademik 2025/2026, ia berhasil menyelesaikan studi hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.
Arsyelia mengaku sejak awal telah menyusun strategi belajar secara terencana. Pada semester ketujuh, ia menjalani program magang sekaligus menyelesaikan skripsi, sebuah langkah yang membutuhkan komitmen dan manajemen waktu yang baik.
“Saya di semester tujuh mengambil internship sekaligus menyelesaikan skripsi. Memang membutuhkan usaha ekstra, tetapi sangat membantu sehingga saya bisa lulus lebih cepat,” katanya.
Selama menjalani magang di perusahaan holding outsourcing PT Alpha, Arsyelia memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan operasional perusahaan. Kinerjanya bahkan dinilai baik sehingga masa magangnya diperpanjang oleh perusahaan.
Pengalaman tersebut kemudian dipadukan dengan pembelajaran melalui Coursera yang menurutnya memberikan banyak studi kasus sehingga lebih mudah menghubungkan teori dengan praktik di lapangan.
“Di Coursera setiap materi langsung disertai studi kasus sehingga lebih mudah dipahami. Sistem evaluasinya juga modular karena hampir setiap bab ada pengujian,” ujarnya.
Pendekatan tersebut turut mendukung penyusunan skripsinya yang mengangkat tema green accounting. Penelitian tersebut mengkaji penerapan prinsip reduce, reuse, recycle terhadap efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha di PT Semen Indonesia.
Menurut Arsyelia, kombinasi antara pengalaman magang dan pembelajaran digital global membuat proses belajar menjadi lebih komprehensif. Ia tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu melihat penerapannya secara langsung di lingkungan kerja.
Integrasi Coursera yang diterapkan STIE Malangkuçeçwara menunjukkan perubahan pendekatan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap perkembangan global. Mahasiswa didorong untuk aktif mengakses sumber pembelajaran internasional, mengembangkan kemampuan analisis melalui studi kasus, serta menghubungkan teori dengan praktik profesional.
Melalui model pembelajaran tersebut, STIE Malangkuçeçwara berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang. (Red)
- Penulis: Agus Yuwono



