Festival Kampung Budoyo Ketawanggede Kembali Digelar Untuk Ke Empat Kalinya, Diprediksi Akan Dikunjungi Lebih Dari 10 ribu Orang Setiap Harinya
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sukses digelar hingga tahun ketiga, Festival Kampung Budoyo Ketawanggede kembali digelar untuk keempat kalinya dengan target kunjungan yang cukup besar. Selama empat hari pelaksanaan, festival yang melibatkan 120 pelaku UMKM ini diperkirakan akan dikunjungi lebih dari 10 ribu orang setiap harinya.
Pembukaan Festival Kampung Budoyo KetawangGede dihadiri warga, pengunjung, Lurah Ketawanggede, perwakilan sejumlah fakultas di Universitas Brawijaya, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Muhamad Sailendra, S.T., M.M., serta sejumlah tamu undangan.
Ketua Festival Kampung Budoyo Ketawanggede 2026, Yanto Catur menyampaikan Festival Kampung Budoyo tahun 2026 kali ini mengambil tema ‘Colorful Urban Culture’ yang melibatkan semua RW di wilayah Ketawanggede hingga ke level Rukun Tetangga (RT).
“Festival Kampung Budoyo 2026 kali ini digelar untuk menyatukan, merukunkan, guyub rukunnya warga Ketawanggede, termasuk juga untuk para mahasiswa baru dengan menampilkan berbagai potensi yang ada di wilayah Ketawanggede. Mengingat wilayah Ketawanggede juga banyak menerima semua mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara,” ungkap Yanto.
Dengan mengikuti ajang Festival Kampung Budoyo Ketawanggede ini diharapkan para mahasiswa dapat berinteraksi dengan warga sekitar sehingga dapat merasa nyaman selama tinggal di wilayah Ketawanggede.
“Banyak mahasiswa dari berbagai daerah di nusantara yang merasa nyaman tinggal di wilayah Ketawanggede yang merupakan titik kumpulnya mahasiswa-mahasiswa di Malang Raya,” ungkapnya.
Festival yang digelar selama empat hari sejak 25 September 2026 ini juga melibatkan 120 pelaku UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga kriya dan lain sebagainya.
“Mengacu pada pelaksanaan Festival Kampung Budyo 1 hingga 3, pelaksanaan kali ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 10 ribu orang setiap harinya,” tukas Yanto Catur.

Sementara itu ditemui di lokasi kegiatan, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.SE., selaku Lurah Ketawanggede kota Malang menyampaikan kemajemukan yang ada menjadikan Ketawanggede sebagai kampung inklusif.
“Tadi juga sudah dideklarasikan Ruang Bersama Indonesia, mengingat di Ketawanggede tidak hanya warga Indonesia saja yang tinggal tetapi warga dari beberapa negara lain juga ada di sini. Artinya masyarakat Ketawanggede khususnya, dan Kota Malang pada umumnya memiliki keterbukaan yang luar biasa, sikap toleransi, dan saling menghargai sehingga Kota Malang menjadi wilayah yang nyaman, wilayah yang aman,” ungkap Agung.
Dalam pembukaan Festival Kampung Budoyo kali ini juga dilakukan deklarasi Stop Kekerasan bagi Perempuan dan Anak yang merupakan program dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial.
“Ini sesuai dengan petunjuk Wali Kota Malang bahwa kegiatan ini di RT dan RW, di kelurahan Ketawanggede ini sesuai dengan program Pak Wali Kota Malang yaitu RT berkelas, termasuk masyarakat di sini yang antusias melaksanakan kebijakan dari Pemerintah Kota Malang,” ungkap Agung.
Ditanya potensi perputaran uang dari pelaksanaan Festival Kampung Budoyo Ketawanggede tersebut, Agung memperkirakan di kisaran Rp.2 miliar selama empat hari pelaksanaannya.
Sebelum membuka kegiatan, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Muhamad Sailendra, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi positif dari pelaksanaan Festival Kampung Budoyo Ketawanggede yang ke empat kalinya ini.
“Tadi kita sudah melaksanakan pembukaan Festival Kampung Budoyo di KetawangGede yang tadinya saya pikir hanya festival seni, musik, penampilan dari anak-anak saja, namun ternyata ada bazar UMKM dari lima RW dimana kegiatan ini tentunya menginspirasi karena melibatkan banyak pihak dari masyarakat, pelaku UMKM, mahasiswa, kampus hingga instansi luar seperti BNN dan lain sebagainya,” ungkap Sailendra.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, Muhamad Sailendra, S.T., M.M., saat memberikan sambutan di pembukaan Festival Kampung Budoyo Ketawang Gede (Foto : Agus Yuwono)
Festival Kampung Budoyo Ketawanggede dinilai menjadi sebuah even yang mampu mengkolaborasikan berbagai potensi yang ada.
“Ini bisa menjadi even yang menginspirasi bagi kelurahan-kelurahan di wilayah yang lain. Dan yang menarik keheterogenan yang ada di wilayah KetawangGede ini justru mampu menjadi sesuatu yang istimewa karena mampu berkumpul dan beraktifitas bersama yang menunjukkan bahwa kemajemukan ini tidak menjadi suatu penghalang beraktivitas dan berkolaborasi bersama,” pungkas Sailendra. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



