~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar GPM di Sumbersari, Pemkot Malang Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

Gelar GPM di Sumbersari, Pemkot Malang Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan

  • account_circle Fitri
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM —Pemerintah Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (21/10/2026). Hal ini merupakan strategis berbasis program nasional ini digelar sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok masyarakat.

Pj Sekretaris Daerah Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa pelaksanaan GPM di Kelurahan Sumbersari disiapkan berlanjut secara intensif ke berbagai titik wilayah lain hingga momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir Desember 2026.

“Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Sumbersari ini memang menjadi gerakan nasional yang dilaksanakan sampai di daerah. Ini untuk meringankan beban masyarakat karena bisa mendapatkan bahan pokok relatif lebih murah daripada harga pasar,” kata Dandung.

Dandung menyampaikan bahwa momentum penyerapan kebutuhan pokok menjelang Nataru rawan memicu lonjakan harga. Oleh karena itu, Pemkot Malang memanfaatkan penganggaran APBD untuk menggelar operasi pasar secara berkala demi mengendalikan laju inflasi daerah.

“Di APBD sudah kita anggarkan. Nanti menjelang Nataru akan kita laksanakan lagi, apalagi di momen seperti itu harga bahan pokok biasanya meningkat. Ini untuk mengendalikan harga, mengendalikan inflasi, sekaligus membantu masyarakat,” ujar Dandung.

Dandung menambahkan, komoditas beras dan cabai menjadi perhatian utama pemerintah. Mengingat keterbatasan produksi cabai saat musim kemarau, Pemkot Malang turut memadukan program GPM dengan gerakan penanaman bibit cabai secara berkelanjutan.

“Beras dan cabai ini sangat berpengaruh karena sering diburu masyarakat. Makanya tadi dilaksanakan gerakan menanam cabai, dan nanti menjelang musim hujan di akhir November akan kita perbanyak dan lanjutkan di wilayah Kedungkandang,” jelas Dandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2026, intensitas pelaksanaan GPM di Kota Malang telah mencatatkan rekor frekuensi yang cukup tinggi.

“Mulai dari Januari 2026 sampai sekarang, kegiatan GPM sudah melampaui 100 kali dan akan dijadwalkan terus sampai Nataru. Pelaksanaannya direncanakan tiga kali seminggu di masing-masing kelurahan se-kecamatan yang ada di wilayah Kota Malang,” jelas Slamet.

Slamet menjelaskan, kelancaran pasokan komoditas pangan murah ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektoral antara Pemkot Malang, Perum Bulog, PT Rajawali Nusindo, Perumda Tunas, serta kelompok tani lokal.

“Bulog mendapatkan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyediakan beras SPHP, sedangkan Perumda Tunas bertindak sebagai transporter atau pengirim dari Bulog ke masing-masing lokasi. Kami juga berkolaborasi dengan Rajawali Nusindo dan kelompok tani,” kata Slamet.

Berbagai bahan pokok berharga terjangkau disediakan dalam GPM, mulai dari beras, gula, tepung, garam, minyak goreng, telur, cabai, mie, hingga bawang merah dan bawang putih. Pihaknya memastikan pasokan mencukupi dan belum menerapkan sistem pembatasan pembelian.

“Untuk saat ini belum ada pembatasan pembelian. Masyakarat membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara panik atau panic buying,” pungkas Slamet. (Fit/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less