Peringati HSN 2026, Wawali Kota Malang Targetkan Perwal Pesantren Rampung Tahun 2027
- account_circle Fitri
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Peringatan HSN tahun 2026 di Balaikota Malang pagi hari tadi (Foto : Fitri AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang fasilitasi penyelenggaraan pesantren dapat dirampungkan pada 2027. Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, S.Sy., M.H., dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Balaikota Malang, pada Kamis (22/10/2026).
Ali menyampaikan bahwa penyusunan Perwal tersebut kini telah memasuki tahap pembahasan dan harmonisasi. Regulasi ini disiapkan sebagai bentuk respons atas dorongan legislatif dan bagian dari pemenuhan payung hukum bagi santri di Kota Malang.
“Sebenarnya kan Perda sudah ada, tinggal Perwalnya yang nanti kita buat dan kita harmonisasi. Nanti kita akan tindak lanjuti biar di tahun 2027 bisa ada Perwal yang sudah turun,” ujar Ali.
Ia menegaskan, selain percepatan regulasi, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk meneladani semangat pengorbanan para kiai dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Yang paling penting Hari Santri itu kan semangat pengabdian, semangat pengorbanan para kiai dan para santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Itu yang harus kita lanjutkan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemkot Malang bertekad meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut melalui komitmen pembenahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam konteks hari santri ini, Pemerintah Kota Malang tentu akan memperbaiki semua pelayanan, ini merupakan pengabdian kita dalam rangka untuk mengisi kemerdekaan, dalam rangka bentuk rasa syukur kita untuk meneruskan perjuangan para kiai, para santri dengan cara melayani masyarakat dengan baik,” jelas Ali.

Di samping pembenahan tata kelola pemerintahan, Ali juga mendorong para santri untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri. Hal ini dinilai sejalan dengan visi besar penyiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.
“Bagi santri secara umum, mengisi kemerdekaan kita adalah mengisi dengan cara memperkuat kapasitas, meningkatkan kapasitas untuk menuju Indonesia Emas sesuai dengan cita-cita dan tema besar dari santri pada 2026 ini,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada peningkatan kapasitas dan hukum, Pemkot Malang turut menyoroti pentingnya peran aktif santri dalam menjaga kelestarian serta keseimbangan lingkungan hidup di sekitarnya.
“Iya, karena tentu dalam nilai keislaman kita, lingkungan itu bagian dari kehidupan kita yang harus kita jaga. Menyadur ayat bahwa kerusakan di bumi dan di laut ini lebih banyak karena faktor tangan manusia,” katanya.

Oleh karena itu, Pemkot Malang berharap para santri dapat menyelipkan edukasi pelestarian lingkungan dalam setiap materi dakwah di tengah masyarakat, mengingat pendekatan keagamaan terbukti efektif membangun kesadaran warga.
“Kami menitipkan bahwa isu lingkungan ini bagian dari materi yang nanti disampaikan oleh para santri ketika mendakwahkan nilai-nilai Islam. Masyarakat lebih cenderung gampang menaati nilai agama daripada aturan-aturan negara, dan ini yang kemudian harus kita perkuat peran santri di lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



