~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Wawali Kota Malang Dorong Percepat Pemadaman Di Bawah Tumpukan Sampah TPA Supit Urang

Wawali Kota Malang Dorong Percepat Pemadaman Di Bawah Tumpukan Sampah TPA Supit Urang

  • account_circle Fitri
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung lokasi penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (22/10/2026). Pemkot Malang menyiapkan skema dan metode percepatan penanganan khusus guna mengatasi titik api dibawah tumpukan sampah.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, S.Sy., M.H., mengungkapkan bahwa proses pemadaman tumpukan sampah tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena adanya bahaya paparan gas beracun serta bara api yang telah merasuk ke lapisan dalam. Pemkot Malang menyiapkan skema penyemprotan injeksi air yang memperhatikan arah angin hingga pembongkaran bara sampah menggunakan alat berat excavator.

“Karena ini kan sampah yang tertimbun, apinya sudah masuk ke dalam dan ada beberapa yang membahayakan misalnya ada gas etanol dan lain sebagainya. Sehingga nanti metodenya pun mengikuti arah angin untuk injeksi airnya, tidak bisa langsung asal semprot dari atas. Ada dua metode, inject dan nanti pakai excavator untuk membongkar bara atau pusat-pusat api yang sudah masuk ke dalam,” ujar Ali

WakilWali Kota Malang, Ali Muthohirin saat berada di lokasi kebakaran di TPA Supit Urang (Foto : Fitri AdaDiMalang)

WakilWali Kota Malang, Ali Muthohirin saat berada di lokasi kebakaran di TPA Supit Urang (Foto : Fitri AdaDiMalang)

Mengenai pemicu kebakaran, laporan dari DLH dan UPT setempat mengindikasikan pusat awal api berasal dari aktivitas pembakaran sampah di seberang sungai wilayah Desa Jedong. Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah secara sembarangan di tengah musim kemarau ekstrem, serta meminta warga Kota Malang mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu ia menekankan bahwa penanganan peristiwa ini berfokus pada penindakan oknum yang memicu kebakaran tanpa memandang batas administratif wilayah. Pemkot Malang meminta seluruh pihak, termasuk petugas TPA untuk tidak menyulut api maupun merokok di sekitar kawasan rentan kebakaran.

“Tapi kan ini bukan soal wilayahnya, tapi oknum yang kemudian membakar ini yang kemudian nanti kita cari. Bukan soal ini salahnya kabupaten, kota, atau batu, tapi ini soal personal di titiknya sehingga ini yang kemudian kita antisipasi dan kita himbau kepada masyarakat untuk tidak menyulut api di luar ruangan,” tegas Wawali.

Sementara itu, Ali mengatakan ada penambahan personel dan alat hingga tiga kali lipat ini berkaca dari peristiwa kebakaran tahun-tahun sebelumnya yang membutuhkan waktu hingga dua minggu apabila hanya mengandalkan armada eksisting Pemkot Malang.

“Penambahan semua unit pemadam kebakaran, baik dari kampus, dari swasta, dari polres, dari dandim, semuanya ada. Dari rindam, semuanya kita maksimalkan. Tadi kita hitung karena dengan alat yang sekarang, per 2 jam berhasil pemadaman 200 meter. Tapi kita tingkatkan sampai 400-600 meter dalam 2 jam, tentu dengan penambahan 2-3 kali lipat alat,” kata Ali Muthohirin.

Ali juga menyebutkan untuk proses pemadaman menghadapi tantangan alam yang berat, seperti kontur tanah yang tinggi, suhu panas yang ekstrem, serta hembusan angin kencang yang mempercepat perambatan api padarumput kering. (Fit/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less