Monitoring Penerima Kalpataru, Tim Kementerian Lingkungan Hidup Kunjungi Bambang Irianto di Malang
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Ir. Bambang Irianto saat menyambut kedatangan Tim Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup di rumah Prestasi 3G (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Konsistensi Ir. H. Bambang Irianto dalam mengembangkan gerakan lingkungan melalui komunitas Glintung Go Green (3G) dan mereplikasinya di berbagai daerah menjadi perhatian tim Kementerian Lingkungan Hidup yang hari ini melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima penghargaan Kalpataru.
Kunjungan ke Rumah Prestasi Glintung Go Green di Kota Malang tersebut dilakukan oleh tim Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka memantau keberlanjutan kegiatan para penerima Kalpataru, termasuk Bambang Irianto yang memperoleh penghargaan tersebut pada tahun 2018 lalu.
Sigit Rustanto, S.Hut., M.Sc., salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi diperlukan untuk melihat perkembangan kegiatan para penerima penghargaan sekaligus mendorong agar gerakan lingkungan yang telah dibangun tetap berjalan dan dapat dikembangkan di wilayah lain.
“Kami dari Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup di bawah Kementerian Lingkungan Hidup yang merupakan bagian dari Kementerian Lingkungan Hidup yang menangani Kalpataru yakni salah satu penghargaan yang diberikan kepada para pegiat lingkungan termasuk Pak Bambang Irianto pada tahun 2018,” ungkap Sigit.

Salah satu anggota Tim Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup Sigit Rustanto, S.Hut., M.Sc., saat menyampaikan penjelasan perihal kedatangannya ke Rumah Prestasi 3G (Foto : Agus Yuwono)
Menurut Sigit, para penerima Kalpataru di berbagai daerah telah menjalankan beragam aktivitas lingkungan. Namun, keberlanjutan kegiatan mereka perlu mendapat perhatian agar gerakan yang sudah terbentuk tidak berhenti setelah penghargaan diterima.
Ia menyebut, ada penerima Kalpataru di sejumlah tempat bahkan ingin mengembalikan penghargaan tersebut karena berbagai alasan. Karena itu, pihaknya berharap para penerima tetap melanjutkan kiprah mereka, memperluas kegiatan, serta mendorong penerapan praktik baik di komunitas lain.
“Di beberapa tempat ada teman penerima Kalpataru itu ingin mengembalikan piala Kalpataru karena berbagai penyebab, meskipun kami berharap para penerima Kalpataru ini dapat terus melakukan kegiatan dan jika bisa dapat diperluas dan direplikasi di tempat-tempat yang lain seperti yang telah dilakukan oleh Bambang Irianto di Malang ini,” jelasnya.

Salah satu upaya untuk mendorong keberlanjutan tersebut adalah pengembangan kategori penghargaan Kalpataru Lestari. Menurut Sigit, kategori ini dapat diusulkan bagi pihak yang sebelumnya telah menerima Kalpataru dan memenuhi kriteria keberlanjutan kegiatan.
Ia menyampaikan bahwa penerima Kalpataru yang telah menerima penghargaan setidaknya lima tahun sebelumnya dapat diusulkan untuk memperoleh Kalpataru Lestari. Pengusulan tidak hanya dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga oleh perseorangan.
“Seperti pak Bambang ini dan teman-teman yang minimal sudah lima tahun menerima Kalpataru itu bisa diusulkan menjadi penerima Kalpataru Lestari dengan kriteria keberlanjutan. Dan ternyata pak Bambang Irianto ini setelah menerima penghargaan Kalpataru pada tahun 2018 lalu tetap konsisten sampai sekarang bahkan bisa mengembangkan di tempat lain dan memperluas jaringan kemitraan. Yang bisa mengusulkan tidak harus dari Dinas Lingkungan Hidup, perorangan saja juga boleh,” terang Sigit.
Selain memantau keberlanjutan gerakan lingkungan, hasil monitoring dan evaluasi juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Kementerian Lingkungan Hidup untuk melibatkan para penerima Kalpataru sebagai narasumber maupun pelatih bagi komunitas lingkungan di berbagai daerah.
“Bisa juga kami undang untuk mengisi di Jakarta ataupun di daerah-daerah lainnya,” pungkas Sigit.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perwakilan komunitas turut menyampaikan pandangan mengenai kiprah Bambang Irianto dalam mengembangkan gerakan lingkungan, baik di Malang Raya, Jawa Timur, maupun di tingkat nasional.
Jon Soeparijono, perwakilan awak media yang telah lama menulis berbagai kegiatan Bambang Irianto, menilai pengalaman dan dampak kegiatan yang disampaikan para penerima manfaat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengusulan Kalpataru Lestari.
“Kami pikir dengan segala kiprah dan pengakuan yang telah banyak disampaikan oleh para penerima manfaat dari pak Bambang tersebut, saya pikir pak Bambang Irianto sudah sangat layak untuk diusulkan dan menerima Kalpataru Lestari,” pungkas Jhon.
Monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya melihat keberlanjutan kiprah para penerima Kalpataru setelah memperoleh penghargaan. Sementara itu, usulan agar Bambang Irianto menerima Kalpataru Lestari masih berupa pandangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, bukan penetapan resmi penerima penghargaan.
Hingga berita ini diayangkan, kegiatan monitoring dan evaluasi masih tengah berlangsung. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



