~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » BPBD Kota Malang Gelar Edukasi Mitigasi Bencana di MIN 1

BPBD Kota Malang Gelar Edukasi Mitigasi Bencana di MIN 1

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi dan simulasi Sekolah Aman Bencana tahap ke-38 di MIN 1 Kota Malang, Senin (14/9/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) guna menekan risiko bencana di lingkungan sekolah.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menyampaikan bahwa edukasi kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan sangat krusial mengingat sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di sekolah.

“Ini adalah program sebagai tindak lanjut dari Musrenbang yang memang diinginkan oleh masyarakat Kota Malang untuk melakukan sosialisasi terkait dengan aman bencana,” ujar Wahyu.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kota Malang mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana penunjang di MIN 1 Kota Malang. Langkah ini diambil untuk memastikan pihak sekolah memiliki kejelasan alur evakuasi serta pembagian tugas saat situasi darurat.

“BPBD Kota Malang sudah mengecek kesiapan dan antisipasi sarana prasarana pendukung, agar apabila terjadi bencana sudah ada langkah-langkah yang dilakukan, penanggung jawab melakukan apa, dan jalur evakuasinya diperjelas untuk meminimalisir korban,” tegas Wahyu.

Selain siswa dan guru, pihak BPBD juga melibatkan para wali murid. Keterlibatan orang tua bertujuan agar pemahaman mengenai prosedur penyelamatan diri dapat diterapkan secara selaras, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah tangga.

“Wali murid dilibatkan agar mereka tahu anak-anaknya di sekolah sudah diberikan sosialisasi. Harapannya ini juga bisa ditindaklanjuti apabila terjadi bencana di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah, merinci bahwa simulasi ini diikuti oleh 252 siswa serta 54 perwakilan wali murid dari seluruh tingkatan kelas. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama, unsur muspika, hingga kepala MI swasta se-Kota Malang.

“Alhamdulillah kegiatan terlaksana dan berjalan lancar. Peserta hari ini ada dari siswa 252 anak dan perwakilan wali murid 54 orang. Harapannya teman-teman yang hadir bisa mensosialisasikan minimal di madrasahnya masing-masing,” tuturnya.

Melalui simulasi ini, pihak madrasah mengevaluasi akses penyelamatan diri. Aisah mengakui bahwa ketersediaan rute evakuasi di MIN 1 Kota Malang masih menjadi perhatian utama karena saat ini hanya mengandalkan satu jalur utama.

“Hikmah kegiatan ini membuat kami berpikir terkait mitigasi risiko. Sementara di sini jalur utama memang hanya satu,” ungkapnya.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, MIN 1 Kota Malang tengah mengkaji pembentukan akses alternatif, mulai dari penataan rute menuju pemukiman warga di area belakang hingga jalur penghubung ke sekolah sekitar seperti MTsN dan TK Restu.

“Kemarin kami melihat ke belakang ada celah tembus ke jalan belakang. Selain itu ada jalan kecil ke arah MTs dan ke Restu yang bisa jadi jalur mitigas, langkah ini mendukung pemenuhan standar Madrasah Ramah Anak,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less