~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cegah Penyebaran Influenza, Dinkes Kota Malang Tunggu Hasil Swab Siswa SMP Tamansiswa

Cegah Penyebaran Influenza, Dinkes Kota Malang Tunggu Hasil Swab Siswa SMP Tamansiswa

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM —Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan uji swab laboratorium terhadap 13 siswa SMP Tamansiswa. Langkah tersebut diambil guna memastikan jenis dan subspesies virus influenza yang sempat merebak di lingkungan sekolah tersebut.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyampaikan bahwa sampel usap (swab) para siswa telah diambil oleh petugas Puskesmas Dinoyo. Selanjutnya, sampel dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya dan dilanjutkan ke Jakarta untuk dilakukan uji Whole Genome Sequencing (WGS).

“Swab ini nanti akan dibawa oleh Dinoyo, kemudian dikirimkan ke BBLK Surabaya, yang kemudian juga ke Jakarta untuk genome sequencing-nya, WGS ya. Nanti baru kita dapat feedback-nya, apakah itu influenza biasa atau subtype A atau B,” ujar Husnul Muarif.

Pemeriksaan laboratorium lanjutan tersebut difokuskan kepada 13 siswa yang menunjukkan gejala klinis spesifik saat dilakukan asesmen awal. Kepastian hasil Whole Genome Sequencing tersebut diperkirakan keluar dalam waktu dekat.

“Yang kita asesmen di awal ini ada flunya, ada batuknya, ada panasnya. Hasilnya tinggal nunggu hasil swab-nya saja, insyaAllah mungkin Senin atau Selasa,” kata Husnul.

Meskipun masih menunggu hasil uji laboratorium, Husnul memastikan bahwa seluruh siswa SMP Tamansiswa yang sempat absen kini telah kembali pulih. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dipastikan sudah berjalan normal kembali.

Sebagai langkah antisipasi jika hasil WGS menunjukkan varian tertentu seperti subclade K, Dinkes Kota Malang telah menyiapkan skema penanganan medis. Pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk pemberian terapi khusus terkait Severe Acute Respiratory Infection.

“Kalau kondisinya bagus, ya berarti kita suplemen tambahan saja atau terapi tambahan yang nanti kita konsultasikan ke Saiful Anwar. Apa rekomendasi dari RS Saiful Anwar untuk SARI itu nanti kita tindak lanjuti,” tuturnya.

Selain penanganan medis, Dinkes Kota Malang mengimbau seluruh pihak sekolah dan siswa untuk memperketat penerapan protokol kesehatan, termasuk penggunaan masker. Penggunaan masker dianjurkan bagi seluruh warga sekolah guna menekan risiko penularan serta paparan polusi udara.

“SE ISPA sudah kita imbaukan untuk mengurangi kontaminasi dan debu dengan memakai masker. Kemudian juga protokol kesehatan zaman COVID itu harus diaktifkan lagi untuk semua,” tegas Husnul.

Evaluasi juga dilakukan terhadap faktor lingkungan sekolah yang dinilai memicu penularan, seperti ventilasi udara, pencahayaan, serta fasilitas sanitasi. Untuk mencegah penularan di sekolah lain, Dinkes mengoptimalkan pemantauan melalui puskesmas di tiap wilayah yang disinergikan dengan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less