~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dalam Pembukaan Festival Mbois X 2025, Diberikan Penghargaan untuk Lima Tokoh Penggerak Budaya dan Kreativitas di Malang

Dalam Pembukaan Festival Mbois X 2025, Diberikan Penghargaan untuk Lima Tokoh Penggerak Budaya dan Kreativitas di Malang

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Tradisi apresiasi kepada para pelaku budaya dan ekonomi kreatif kembali menjadi bagian penting dalam gelaran Festival Mbois tahun ini. Sejalan dengan pelaksanaan satu dekade Festival Mbois, panitia Festival Mbois X (FMX) 2025 kembali menyerahkan penghargaan kepada individu ataupunlembaga yang dinilai memiliki kontribusi nyata, komitmen kuat, dan dampak inspiratif bagi perkembangan budaya serta kreativitas di kota Malang.

Pada sesi pembukaan FMX 2025, terdapat lima tokoh penerima penghargaan yang dipandang layak mendapatkan apresiasi tersebut. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, MM., di hadapan para undangan dan masyarakat yang hadir.

Lima penerima penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lesbumi Kota Malang, atas keberhasilannya merevitalisasi Wayang Topeng Menak bersama Dirjen Kebudayaan.

2. Amazing Malang, sebagai media yang konsisten menghadirkan konten kreatif dan menarik tentang kota Malang.

3. Restu Respati, atas kepedulian dan komitmennya yang terus menerus terhadap budaya Malang.

4. Nurenzia Yanuar, SS., MA., Ph.D., atas keberhasilannya meneliti dan menulis mengenai Budaya Bahasa Walik’an (Malangan).

5. Almarhum Doni Kus Indarto, atas dedikasi dan konsistensi dalam membawakan karya-karya pertunjukan di Malang.

Penghargaan yang diberikan menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan dan kontribusi berkelanjutan para tokoh tersebut dalam merawat identitas budaya dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif di kota Malang.

Selain sebagai bentuk apresiasi, pemberian penghargaan juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi kreator berikutnya untuk terus berkarya dan menjaga kekayaan budaya lokal. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono
expand_less