Dampak Kebakaran TPA Supit Urang, Dinkes Kota Malang Siagakan Enam Tim Medis dan Ambulans
- account_circle Fitri
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Tim Medis yang disiagakan pasca Kebakaran TPA Supit Urang (Foto : Fitri AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menerjunkan enam tim medis beserta armada ambulans ke lokasi kejadian guna memberikan penanganan darurat bagi petugas lapangan maupun warga sekitar yang terpapar asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif menyatakan bahwa dampak paparan asap sangat bergantung pada durasi paparan serta kualitas asap yang dihirup. Meski pekatnya asap hitam dilaporkan mulai memudar menjadi putih yang menandakan penurunan kadar karbon monoksida (CO), risiko gangguan pernapasan dan dehidrasi tetap menjadi perhatian utama.
“Kami menyiapkan tim kesehatan di TPA sebanyak enam tim yang berasal dari beberapa puskesmas. Kami juga menyiapkan Puskesmas Mulyorejo sebagai tempat rawat sementara manakala ada yang perlu dirawat, terutama untuk mengatasi gangguan sesak napas dan dehidrasi,” ujar Husnul, Kamis (22/10/2026).
Sejauh ini, penanganan medis mayoritas diberikan kepada para petugas pemadam dan relawan yang berada di pusat kepulan asap. Sekitar 15 petugas dilaporkan mengalami keluhan fisik akibat suhu panas ekstrem serta paparan asap tebal sewaktu menjalankan tugas pemadaman.
“Kalau ISPA belum ada, tetapi menghirup asap terlalu banyak dan terlalu lama memicu keluhan sesak napas dan mata pedih. Itu sudah kita berikan terapi sementara. Petugas yang terdampak ada sekitar 15 orang,” kata Husnul memaparkan kondisi di lapangan.
Untuk menunjang operasional, Dinkes menyiagakan tabung oksigen besar di setiap ambulans serta ketersediaan tabung oksigen portabel yang dibawa langsung oleh petugas medis ke titik-titik krusial.
Selain itu, Puskesmas Mulyorejo turut disiagakan dengan pasokan 10 tabung oksigen berukuran besar guna mengantisipasi pasien rujukan, sementara RST DR Soepraoen disiapkan jika terdapat penanganan lanjutan. Hingga saat ini, belum ada petugas yang perlu menjalani rawat inap intensif.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat memberikan keterangan terkait kebakaran di TPA Supit Urang (Foto : Fitri AdaDiMalang)
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin mengatakan untuk memperluas jangkauan penanganan bagi warga masyarakat pemukiman sekitar. Ia menegaskan bahwa jajaran kesehatan diperintahkan untuk melakukan langkah “jemput bola” guna menyisir warga yang berpotensi terdampak pergerakan asap.
“Tim Dinkes sudah standby di lokasi untuk antisipasi relawan. Kedua, kami menindaklanjuti warga yang langsung terdampak. Karena semalam asapnya dilaporkan sampai ke wilayah Tlogomas, petugas Puskesmas sudah siap siaga aktif keliling di masyarakat,” jelas Ali.
Sebagai langkah preventif, ia menghimbau agar menggunakan masker terutama yang bermukim dekat dengan area TPA Supit Urang. Seluruh fasilitas puskesmas di wilayah Kota Malang diinstruksikan dalam posisi siaga penuh untuk memberikan pelayanan medis cuma-cuma bagi warga yang mengeluhkan gangguan kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengantisipasi paparan asap. Jika ada warga yang merasakan efek atau dampak kesehatan, bisa segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan fasilitasi pengobatan gratis,” pungkas Ali. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



